Gelapkan Uang Nasabah, Oknum Karyawan Bank Nagari Payakumbuh Dipecat

oleh
Foto : http://www.padang-today.com

Payakumbuh, Dekadepos.com

Setelah oknum Karyawan Bank BRI Kota Payakumbuh yang diduga melakukan Korupsi yang merugikan keuangan negara yang disebut-sebut mencapai Milyaran rupiah (kini telah ditahan Kejaksaan Negeri Payakumbuh dan terkait jumlah pasti kerugian Negara, Pihak Kejaksaan masih menunggu hasil dari BPK RI, Sebelumnya ditulis BPKP), kini giliran oknum pegawai Bank Nagari Kota Payakumbuh berinisial KA yang berulah melakukan tindakan kejahatan melakukan Penarikan Uang Nasabah tanpa sepengetahuan si Pemilik rekening/Nasabah.

Namun beruntung, aksi yang dilakukan oleh karyawan yang masih berstatus Traine itu tidak sampai ke Aparat Penegak Hukum karena pihak Bank tempat ia bekerja lebih dahulu melakukan tindakan tegas dengan Memberhentikan yang bersangkutan sebagai Pegawai PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh, dugaan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh KA yang bekerja di salah satu Kantor Kas Cabang Bank di Kawasan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota itu diduga menggelapkan uang milik Nasabah bernama Irmasiswati sebesar Rp. 5 Juta rupiah. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Peristiwa tersebut terjadi 18 Februari 2019 saat KA yang bertugas di Kantor Kas Cabang Halaban.

Saat itu sekitar pukul 11.00 Wib, KA mendapati slip penarikan uang nasabah tanpa disertai buku tabungan yang terletak di sebelah printer, melihat hal tersebut KA yang baru beberapa bulan bekerja langsung mengambil slip itu dan mencairkan uang sebesar Rp. 5 Juta rupiah, setelah uang tersebut cair,  ia berupaya memanggil nama nasabah yang tertera dalam slip penarikan, namum nasabah dimaksud tak jua datang untuk mengambil uang itu.

KA yang semula hendak melaporkan hal tersebut kepada pimpinannya, akhirnya memutuskan untuk menyimpan uang tersebut (untuk nantinya diberikan kepada nasabah yang bersangkutan) karena ia menyadari telah salah mengambil / melakukan pencairan uang tanpa buku rekening. Namun akhirnya pelaporan tersebut tidak jadi dilakukan KA yang masih berstatus pegawai Traine dengan alasan takut karena ia telah salah.

Belakangan Irmasiswati yang mengetahui jumlah uangnya berkurang di rekening, melaporkan hal tersebut kepada pihak Bank, pelaporan tersebut  karena ia lakukan pada tanggal 20 Februari 2019 karena ia merasa tidak pernah melakukan penarikan uang sebesar Rp. 5 Juta rupiah dua hari sebelum ia membuat laporan.

Pemimpin Bank Nagari Cabang Payakumbuh, Roni Edrian ketika dikonfirmasi Wartawan terkait hal tersebut, mengatakan bahwa persolan tersebut sudah selesai.

“ Sudah selesai, sudah Keluar suratnya, dia tidak lagi masuk, sudah berhenti.” Ujar Roni, Jumat sore 17 Mei 2019. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *