Tidak Ada Kecurangan Didaerah Kita, Mari Tolak People Power

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Penolakan terhadap rencana Kegitan yang disebut-sebut sebagai People Power pada saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan Hasil Rekapitulasi Tingkat Nasional yang direncanakan tanggal 22 Mei di Jakarta, tidak saja disampaikan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat dan Tokoh agama, namun juga oleh sejumlah kalangan lainnya termasuk pengurus Mesjid. Sebab mereka menilai, pelaksanaan Pemilu serentak Tahun 2019 yang digelar 17 April lalu berjalan lancar, jujur adil dan tanpa adanya kecurangan, dari tingkat TPS hingga ke tingkat akhir di Rekapitulasi Tingkat Kota Payakumbuh.

Hal tersebut diungkapkan, Sukardi, Pengurus Mesjid Istiqodiyah Jorong Aia Randah Nagari Balai Panjang Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota (masuk Wilayah Hukum Polres Payakumbuh). Menurutnya, warga Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) tidak perlu ikut dengan kegiatan People Power yang disebut-sebut terjadi karena adanya dugaan kecurangan pada Pemilu serentak 17 April lalu.

Sebab di Luak Limopuluah khususnya serta di Sumatera Barat pada umumnya, Pelaksanaan Pemilu berjalan tanpa adanya kecurangan, jikapun ada tentu protes terhadap hak tersebut dilakukan saat Rekapitulasi dan bisa dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi, sehingga ia menilai tidak perlu ada gerakan ke Jakarta pada tanggal 22 Mei untuk mengikuti People Power.

” Saya rasa tidak perlu kita dari Luak Limopuluah ini untuk ikut-ikutan dalam kegiatan yang disebut-sebut People Power, sebab ada jalur yang bisa ditempuh jika menilai ada kecurangan dalam Pemilu.” ujarnya.

Suardi juga berharap kedepannya penyelenggara Pemilu untuk bisa bekerja lebih baik, sehingga tidak terjadi gonjang-ganjing terhadap hasil Pemilu. (Edw).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *