Wabup Solok Buka Bersama Dengan Anak Yatim di Mesjid Al Mukaramah Sukarami

oleh
SOLOK,  Dekadepos.com
Sebanyak 43 orang anak yatim yang berada di Jorong Sukarami,  Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, mendapat santunan atau Tunjangan Hari Raya (THR) dan sekaligus berbuka bersama dengan Pengurus Masjid Al Mukaramah, Jorong Sukarami.
Acara tersebut digelar Selasa (21/5), dengan dihadiri Wakil Bupati Solok,  H. Yulfadri Nurdin,  SH,  Walinagari Koto Gaek Guguak,  Dusri Harpen,  Walijorong Sukarami,  Untung Triyanto dan tokoh masyarakat setempat.
Acara diawali dengan buka bersama dan dilanjutkan dengan pemberian santuanan kepadao anak yatim tersebut, yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH.
Menurut Ketua panitia atau pengurus Masjid Al Mukaramah, Sukarami,  Ustad Mahyuzil, santunan bagi anak yatim tersebut berasal dari para donatur dan hasil sumbangan jema’ah selama  satu tahun. Para anak yatim tersebut mendapat bantuan dari pengurus yang digelar rutin setiap tahunnya.
“Alhamdulillah, kita sudah berusaha keras agar anak-anak kita yang kurang beuruntung ini bisa merayakan lebaran tahun ini dengan bergembira. Meski jumlah yang kita berikan belum seberapa, namun anak-anak yatim ini adalah tanggungjawab kita bersama,” tutur Ustad Mahyuzil, yang juga dikenal sebagai ustad ahli Rukiyah di sebuah pesantren di Kabupaten Solok.
Menurut ustadz Mahyuzil, emberikan perhatian dan kasih sayang pada anak yatim piatu itu adalah hal yang sangat mulia dalam agama Islam.
Perintah memberi makan yatim piatu dan orang yang tidak mampu terdapat dalam surat Al Maun ayat 1-3. “Dalam surat itu disebut orang yang mendustakan agama adalam orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin,” sebut Ustadz Mahyuzil.
Sementara Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, yang langsung menyerahkan santuan kepada seluruh yatim, menyampaikan bahwa anak-anak yatim ini adalah tanggungjawab kita bersama dan bukan hanya pada bulan ramadhan saja.
“Saya berharap anak-anak kita ini rajin-rajin belajar dan bisa menjadi orang sukses serta jangan lupa mendo’akan kedua orang tuanya,” harap Yulfadri Nurdin, yang tampak sangat terharu dan sambil mengusap kepala anak yatim dan juga mencium anak yatim balita dengan penuh kasih sayang.
Menurut H. Yulfadri Nurdin, dengan berbuka puasa bersama anak yatim berarti sudah menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Perilaku ini bernilai pahala yang besar karena berbuat baik kepada anak yatim bahkan hanya dengan mengusap kepala mereka juga diberi pahala oleh Allah.

“Buka puasa bersama anak yatim piatu adalah wujud dari kasih sayang. Membahagiakan serta menyenangkan mereka adalah suatu perilaku yang terpuji dan mereka tanggungjawab kita bersama, ” pungkas H. Yulfadri Nurdin (Jarbat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *