Jadi Khatib Sholat Ied, Ini Pesan Rinaldi Abu Syafiq

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Rinaldy Abu Syafiq yang menjadi Khatib Sholat Idul Fitri (Ied) tahun 2019 / H di Mesjid An-Nur Kelurahan Balai Baru Kecamatan Payakumbuh Utara Kota Payakumbuh berpesan kepada Umat Muslim yang hadir untuk terus meningkatkan amalan usai melaksanakan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh, termasuk meningkatkan iman dan Taqwa, agar kita terus dimuliakan Allah.

Sebab Menurut Rinaldi, Allah tidak memandang pangkat, jabatan, bentuk dan rupa seseorang untuk ia muliakan atau untuk ia angkat derajatnya. Sebab salah satu tujuan Ramadhan adalah untuk menjadikan manusia biasa menjadi manusia luar biasa.

” Salah satu tujuan Ramadhan adalah menjadikan manusia biasa menjadi manusia luar biasa (Taqwa), sehingga usai Ramadhan kita harus meningkatkan ibadah/amalan. Jangan sampai kita hanya sekadar menahan haus dan lapar saja dalam Ramadhan lalu.” ujarnya.

Rinaldi juga menyebutkan, bahwa Puasa di bulan Ramadhan adalah perisai dari perbuatan dosa dan maksiat.

Hal itu ia sampaikan usai Sholat Ied berjamaah yang dihadiri ratusan warga sekitar dan perantau Minang yang Mudik tahun ini. Sementara Ustad. Musfar Hendra, Imam Sholat Taruih Ramadhan lalu, menjadi Imam dalam Sholat Ied yang dilaksanakan Rabu pagi 5 Juni 2019.

Selain di Mesjid An-Nur, Sholat Ied juga di gelar di Halaman Kantor Balaikota Payakumbuh di Eks. Lapangan Sepakbola Kapten Tantawi Kelurahan Bunian Kecamatan Payakumbuh Barat, di lokasi tersebut bertindak sebagai Khatib, Tifatul Sembiring, Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) yang juga Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain Ramadhan, Ustad yang aktif berdakwah keberbagai tempat itu dalam Ceramahnya juga menyentil orang-orang yang mengaku muslim tapi melakukan korupsi, tidak menutup aurat, zalim maupun melakukan kecurangan dalam mencari jabatan.

” Banyak yang mengaku muslim, tapi airnya tidak ditutup dengan sempurna, mengaku muslim tapi melakukan korupsi, kecurangan dalam mencari jabatan.”.

Ia juga menyebut, jangan ada lagi yang alergi dengan kalimat-kalimat Jihad dan Mujahidin padahal kalimat tersebut dari Allah, hanya orang-orang munafik saja yang takut dan alergi dengan kalimat tersebut. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *