Macet dan Meningkatnya Volume Sampah, Jadi Kendala untuk Mengangkut Sampah ke TPS Regional Payakumbuh

oleh

Bukittinggi.Dekadepos.com.

Akibat kemacetan yang terjadi dalam kota Bukittinggi serta meningkatnya volume  sampah menjelang dan saat  Lebaran Idul Fitri 1440 H,membuat sampah menumpuk dimana mana. Namun kondisi itu tetap dibenahi Dinas Lingkungan Hidup siang malam.Dan tidak ada Pemerintah daerah membiarkan sampah sampah itu me numpuk.

Dari hasil Pantauan Dekadepos di lapangan semenjak empat hari belakangan ini  memang terjadi menumpukan sampah di Tempat Penampungan sampah Sementara (TPSS).Sehingga kondisi itu sempat meresahkan  warga Bukittinggi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bukittinggi,Nofrianto CH yang dikonfirmasi Dekadepos membenarkan adanya penumpukan sampah di TPSS.Dan kondisi itu,disebabkan  meningkatkanya volume sampah menjelang lebaran dan pasca Idul Fitri ,termasuk jenis sampah yang dibuang juga bertambah,seperti ada kasur bekas dan barang barang rongsokan lainnya.kata Nofrianto CH.

Kemudian untuk pengangkutan sampah sampah itu oleh petugas kebersihan,sudah dimaksimalkan,dari yang biasanya 2 kali  dalam sehari, sekarang sudah ditingkatkan menjadi  3 kali sehari.Namun,dalam pelaksanaan di lapangan,petugas ataupun armada  pengakutan sampah menemui kendala dilapangan,terutama menjelang lebaran,kondisi kota Bukittinggi mengalami kemacetan lalulintas, termasuk arus lalulintas ke Kota Payakumbuh juga mengalami kemacetan.

Dengan kemacetan itu membuat pengangkutan sampah ke Payakumbuh terlambat,karena armada sampah kota Bukittinggi harus mengikuti alur kemacet    an yang terjadi itu.Begitu juga dengan pengambilan sampah ke TPSS oleh armada sampah juga menjadi kendala,karena macet didalam kota Bukittinggi juga menjadi gangguan bagi armada sampah menuju TPSS,ungkap Nofrianto CH.

Jadi ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup,tidak ada Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup membiarkan sampah sampah itu menumpuk.melainkan kita sudah bekerja semaksimal mungkin untuk  mengang kut sampah samnpah tersebut,tambah Nofrianto CH.

Disisi lain,Nofrianto CH selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup meminta kepada masyarakat,untuk tidak membuiat opini tersendiri tentang sampah ini. Kalau tidak tahu tentang persoalan sampah yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup lebih baik bertanya langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup,dan kita akan memberikan penjelasan semaksimal mungkin.Tetapi,kalau dibuat opini tanpa mengetahui persoalan yang terjadi,tentu membuat imej yang tidak baik terhadap peme rintah kota Bukittinggi,kata Nofrianto CH.(Edis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *