Tiga Hari Pencarian, Jasad Maryati Ditemukan

oleh

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Upaya pencaharian terhadap dua orang korban Mobil masuk jurang sedalam 30 Meter di PLTA Batang Agam yang merupakan Batas Kabupaten Limapuluh Kota Dan Kabupaten Agam membuahkan hasil, salah seorang korban bernama Mulyati (56) sebelumnya ditulis nenek ditemukan tidak bernyawa.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Akabiluru, Iptu. Purwanta didampingi Kapolsek Baso, Iptu. Adrianto Dan Kasat Sabhara Polres Payakumbuh,AKP. Akno Pilindo Selasa siang 11 Juni 2019. Kapolsek juga menyebutkan, korban ditemukan oleh Tim gabungan dalam keadaan tidak bernyawa di daerah Lubuak Pesong Jorong Tambun Ijuak Nagari Koto Tangah Batu Hampa yang merupakan perbatasan Barulak atau sekitar 3 KM Dari Jembatan Beringin Lompatan.

” iya, satu orang korban ditemukan oleh Tim gabungan dalam keadaan tidak bernyawa. Korban sudah dibawa menggunakan ambulance. Sementara satu korban lagi masih dicari”. Sebutnya.

Iptu. Purwanta juga menambahkan, korban ditemukan oleh Tim sekitar pukul 11.00 Wib. Lokasi korban ditemukan berjarak sekitar 3 Km Dari Mobil naas jenis Inova BA 1751 BP

Ditempat terpisah, Kepala Pos Sar Kabupaten Limapuluh Kota, Robi Saputra juga membenarkan penemuan jasad korban Dan langsung dibawa ke rumah duka di Koto Baru Kabupaten Tanah Datar.

” Korban sudah ditemukan Dan sudah dievakuasi jam 11.00 Wib. Jasad langsung dibawa kerumah duka. Terkait satu korban lagi yang belum ditemukan akan terus dilakukan pencaharian sampai jam 18.00 Wib”. Ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika pencaharian satu orang korban lagi (M.Difa Dinata.red) belum membuahkan hasil hari ini, maka masa tanggap darurat akan diperpanjang selama tujuh hari kedepan.

Dari pantauan dilokasi tempat Mobil jatuh maupun di lokasi penemuan dan jembatan beringin Barulak diguyur hujan lebat, sehingga upaya pencaharian terkendala.

Hal senada juga diakui Hunter, Koordinator pencaharian. Menurutnya medan yang sulit, berbatu menjadi kendala Tim gabungan dalam mencari korban, namun mereka tetap berusaha semaksimalnya.

” Iya, medan yang cukup sulit menjadi kendala bagi Tim gabungan untuk mencari korban”. Ujarnya.(edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *