Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi Tinjau Lokasi Pembangunan Gedung DPRD yang Bermasalah

oleh

BUKITTTINGGI, dekadepos.com-

Setiap pembangunan di daerah yang memakai dana APBD,merupakan ke wajiban bagi DPRD untuk melakukan pengawasan terhadap pembangunan itu, sesuai fungsinya,karena anggaran yang dipakai untuk pembangunan itu harus dipertanggungjawabkan.

Untuk itu,Ketua DPRD Kota Bukittinggi Beny Yusrial bersama,wakil ketua H. Trismon,Ketua Komisi III,Rusdi Nurman bersama anggotanya Deddy Moeis yang turut didampingi Sekwan Hermansyah dan jajaran Sekretariat DPRD Bukittinggi melakukan peninjaun ke lokasi rencana pembangunan gedung DPRD baru di Gantiang,Kelurahan Manggih Gantiang,Kec.Mandiangin Koto Selayan (MKS),Selasa (11/6) kemaren.

Turunnya,DPRD ke lokasi pembangunan gedung baru DPRD itu,terkait dengan belum dimulainya pembangunan gedung DPRD itu sendiri,sementara waktu terus berjalan,disamping adanya persoalan tanah areal pembangunan gedung DPRD antara Pemko Bukittinggi dengan Stikes Ford De Kock Bukittinggi,karena ada indikasi lahan pembangunan gedung DPRD terpakai oleh Stikes Ford De Kock.

Rombongan DPRD Bukittinggi di lokasi pembangunan gedung baru DPRD itu,mendapat penjelasan dari Sekretarias Dinas PU-PR Bukittinggi,Rahmat AE yang didampingi Kabid Cipta Karya,Bambang,kalau pembangunan gedung baru DPRD ini dalam proses lelang MK,dan diperkirakan pada bulan Agustus menda tang sudah bisa dilaksanakan pelatakan batu pertama pembangunannya,kata Rahmat AE.

Terkait dengan persoalan tanah yang terpakai oleh pihak Stikes Ford  De Kock,menurut data yang ada pada Pemko Bukittinggi,Stikes Ford  De Kock telah memakai tanah pembangunan gedung DPRD ini seluas 2.200 M,dan bahkan telah berdiri bangunan Stikes.Namun  untuk Pembangunan gedung DPRD tidak terikat dengan lahan yang terpakai itu,sebab lahan yang terpakai itu diperuntukan untuk jalan lingkung  Gedung DPRD.Untuk itu Pemerintah Kota meminta untuk dilakukan eksekusi terhadap tanah pemko yang terpakai oleh Stikes tersebut,tambah Rahmat AE.

Seusai peninjauan lapangan,rombongan Ketua DPRD Bukittinggi mampir di Stikes Ford De Kock untuk mengkroscek tentang pemakaian tanah areal pembang unan Gedung baru DPRD tersebut.Di Stikes Ford De Kock,Ketua DPRD dan rombongan diterima Nurhayati selaku Ketua Stikes Ford De Kock Bukittinggi beserta beberapa orang jajarannya.

Kepada Ketua DPRD Beny Yusrial dan Rombongan,Nurhayati mengakui me mang terpakai tanah areal,pembangunan Gedung DPRD Bukittinggi,tetapi  seluas 1.700 M,namun terpakai atau tidak terpakainya itu,tentu kita harus meminta penjelasan  pihak BPN,sebab dalam Sertifikat yang ada,kami merasa tidak ada memakai lahan milik Pemko Bukittinggi.Dan kalau  memang terpakai,tentunya kami siap untuk melakukan  tukar guling atau menggantinya,ujar Nurhayati.

Sebab,areal yang terpakai itu telah dibangun berupa sarana dan prasarana pendukung Stikes Ford De Kock,seperti perkantoran,aula sekaligus  ruangan olahraga serta adanya tempat penginapan tamu,yang nilai pembangunanya mencapai Rp.8 Miliar. Kalau di bongkar,tentunya kami mengalami kerugian yang cukup besar.Sementara keberadaan Stikes Ford De Kock ini juga mendukung Visi dan Misi Kota Bukittinggi dibidang pendidikan dan kesehatan.ungkap Nurhayati.

Sedangkan terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk tambahan bangunan ini,kita sudah coba untuk menanyakan ke Pemko Bukittinggi saat itu. Namun pihak pemko (Nurhayati tanpa menyebutkan ke Dinas mana dia menanya kan waktu itu-red),justru menyuruh bangun saja dulu,nanti diurus izinnya.Dengan ucapan itulah,kami berani untuk membangunnya,ungkap Nurhayati lagi.

Untuk itu dengan kehadiran Ketua DPRD bersama wakil Ketua dan Komisi III,tentunya kami berharap,adanya solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak, baik itu untuk Pemko Bukittinggi maupun untuk kami dari Stikes Ford De Kock, harap Nurhayati.

Sementara itu Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusrial,didampingi Wakil Ketua H.Trismon,Ketua Komisi III,Rusdy Nurman dan Deddy Moeis,serta Sekwan Hermansyah kepada wartawan menjelaskan,peninjauan yang dilakukan DPRD,selain un tuk melakukan pengawasan,juga untuk memastikan kapan pembangunan Gedung DPRD ini dimulai.Dan kita berharap,tentunya dalam waktu dekat ini sudah dilaksanakan peletakan batu pertamanya,kata Beny Yusrial.

Kemudian,terkait dengan persoalan tanah Pemko Bukittinggi yang terpakai oleh Stikes Ford De KockBukittinggi,tentu kita berharap adanya solusi yang terbaik untuk kedua belah pihak,sehingga tidak ada yang saling dirugikan.

”kalau di eksekusi,tentu kasihan juga dengan Stikes yang telah membangun mencapai Rp.8 Miliar, kalau tidak di eksekusi,jelas jelas itu tanah milik Pemko Bukittinggi yang diperun tukan untuk pembangunan gedung DPRD”,kata Beny Yusrial.Dan yang pasti untuk melakukan eksekusi yang dimaksud,tentu ada keputusan Pengadilan Negeri, tambahnya.

Guna mencari jalan terbaiknya,dalam waktu dekat ini,kita akan melaksana kan rapat kerja dengan Pemko Bukittinggi dan Stikes Ford De Kock untuk memba has persoalan tanah yang terpakai,termasuk mencarikan solusinya,sebab apapun solusi yang akan diambil atau diputuskan,harus sesuai dengan perundang undang an yang berlaku,dan kita dari DPRD tidak ingin terjerat dalam persoalan hukum , kata Ketua DPRD Beny Yusrial. (Edis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *