Mantan Loper Koran dan Wartawan Siap Pimpin Limapuluh Kota

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Isu politik seputar bursa bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota terus bergelinding bak bola salju mewarnai kancah perpolitikan di ranah Luak Limopuluah. Berbagai figur dan tokoh dengan berbagai latar belakang mulai dari kalangan intelektual, pendidik, birokrat, TNI, tokoh partai politik, usahawan dan bahkan mantan loper koran dan wartawan, namanya mulai mengapung sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota yang layak dicalonkan dan dipilih merebut BA 1 C pada Pilkada 2020 mendatang.

Lantas, siapa mantan loper koran dan wartawan yang berhasil meniti karir sebagai pejabat tinggi di lingkungan pemerintah daerah baik di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota yang sarat pengalaman birokrasi itu? Dia adalah Desri, S.Pd. MP.d yang kini menjabat sebagai staf ahli di Pemkab Limapuluh Kota.

Desri Imam, demikian putra Kototinggi, Kecamatan Suliki Gunuang Omeh ini biasa disapa, adalah birokrat pilihan saat Alis Marajo menjabat sebagai Bupati Limapuluh Kota.

Desri, ketika berkunjung ke Balai Wartawan Luak Limopuluah, berdiskusi dengan wartawan seputar Limapuluh Kota ke depan

Desri dipanggil pulang ke kampung oleh Alis Marajo, untuk membenahi sistim pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota dengan jabatan Kepala Dinas Pendidikan.

Meski awal menjabat Kadisdik dia banyak mendapat tantangan, sorotan, hujatan dan bahkan sampai pada aksi demontrasi akibat ada yang merasa iri dan tak senang karena dia dituding pejabat ‘impor’, namun Desri berhasil memperlihatkan dedikasi dan kemampuannya membantu Bupati Alis Marajo dalam memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan termasuk mutu para pendidik di Kabupaten Limapuluh Kota.

Buktinya, ditangan Desri lahir atau didirikan sejumlah sekolah SMA/SMK unggul. Dan, di tangan Desri pula lahir para guru-guru berkualitas dan berprestasi yang berhasil mengharumkan nama sekolah. Di era Desri banyak anak didik jebolan Kabupaten Limapuluh Kota diterima diperguruan tinggi ternama di tanah air dan bahkan sampai di luar negeri.

Namun, sering berjalannya waktu rezim berganti, posisi Dersi yang sukses mengelola pendidikan terjadi beberapa kali pengeseran jabatan dengan jabatan terakhir sebagai staf ahli.

Banyak pihak penyebut, Desri, adalah sosok pejabat yang suka humor, rendah hati, suka bergaul dan hobbi bersenandung dan suka seni dan menyenangi dunia olahraga serta taat beragama karena dia memang dikenal sebagai ulama yang sampai saat ini aktif memberi pengajian di mesjid, musalah dan surau-surau itu, adalah salah seorang figur yang layak dan pantas diusung dan dipilih menjadi orang nomor satu di kabupaten Limapuluh Kota.

Kemampuannya sebagai pejabat birokrasi sudah teruji dan mempuni. Artinya, tak perlu kita risau jika amanah Bupati itu benar-benar percayakan atau diberikan ke pundaknya, tak usah khawatir daerah ini akan salah urus ditangannyai. Tegasnya, banyak pihak termasuk kalangan pegawai dilingkungan Pemkab Limapuluh Kota, berani memberikan garansi jika memang amanah Bupati itu diberikan ke pundak Desri, dia akan berhasil membawa perubahan bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan daerah ini.

Sebagai pejabat yang suka bertani, dan itu dibuktikan Desri sebagai contoh nyata kepada masyarakat bahwa, hidup sebagai petani tidaklah rendah dan hina, namun punya masa depan untuk mendukung ekonomi keluarga.

Walau Desri dikenal pejabat teras di daerah ini, tapi sampai saat ini dia aktif sebagai petani jeruk yang berhasil dan tentu hal itu pantas dijadikan motifasi untuk membangkitkan atau mendorong para petani sebagai penghuni mayoritas di daerah ini.

SANG LOPER KORAN SIAP JADI BUPATI

Seorang pendukung Desri di media sosial, Yumi Rantina, menulis tentang sosok Desri dengan judul menusuk relung jiwa “Sang Loper Koran Kepingin Jadi Pimpinan Daerah”.

Walau dalam tulisan itu sosok Desri digambarkan hanya seorang rakyat kecil yang mengawali karirnya dari bawah dan akhirnya sukses meraih pendidikan sampai sarjana S1 dan S2 dan bahkan berhasil meniti karir menjadi pejabat tinggi di dunia pemerintahan, tentu kemunculan sosok Desri sebagai bakal calon Bupati tidaklah meski direndahkan sebagai orang biasa yang tak pantas diberi amanah sebagai seorang Bupati.

Justru sebaliknya, masyarakat Kabupaten Limapuluh kota harus bangga punya figur atau tokoh sehebat Desri. Betapa tidak, meski awal meniti karir dia memang miskin, bahkan jadi garin di surau sekaligus merangkap jadi loper koran hingga berprofesi sebagai wartawan, namun jalan hidup seorang Desri mampu menjadi inspirasi.

Dan, profesi wartawan itulah yang akhirnya sukses mengantarkan Desri menjadi “orang’ hingga akhirnya diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai seorang guru.

” Saya meniti karir sebagai wartawan tahun 1985 di Surat Kabar Harian Umum Semangat,” ungkap Desri ketika berkunjung ke Balai Wartawan Luak Limopulauh baru-baru ini.

Desri mengakui bahwa, profesi wartawan banyak mengajarkan tentang kehidupan dalam dirinya. Dan profesi wartawan lah  yang menjadikan dirinya besar hingga dipercaya menjadi pejabat tinggi di beberapa daerah.

Berangkat dari seorang guru SMP di daerah terpencil Lunang Silaut, kabupaten Pesisir Selatan, di daerah itu Dersi sudah berhasil membangun sebuah SMA untuk anak-anak miskin. Selama 5 tahun anak tersebut dia bebaskan dari segala biaya. Disekolah itu dia rela jadi Kepala Sekolah tanpa terima gaji selama 5 tahun. Tahun 2002 barulah dia diangkat jadi kepala sekolah definitif.

Berkat keikhlasan dan kesungguhannya, prestasi Desri terus melejit, hingga akhirnya dia dipercaya menjadi Asisten II Sekdakab Pesisir Selatan.

Tahun 2012, dia dipanggil pulang kampung oleh Bupati Alis Marajo dan dipercaya menjabat  kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota.

Dalam rentang waktu 2, 5 tahun menjabat di Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Desri berhasil membangun 6 buah SMA dan 2 SMK. SMA itu menjadi tumpuan masyarakat saat ini. Salah satunya adalah SMA unggulan boarding school (Sekolah Berasrama) di Tarantang, Kecamatan Harau.

Seiring berjalannya waktu, Desri terus berkiprah sehingga jabatan Asisten II kembali dipercayakan padanya. Satu tahun diposisi Asisten, kembali Desri dipercaya menjadi Sekretaris DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan kemudian kembali diberikan amanah oleh Bupati sebagai staf ahli Bupati Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan.

Desrim menyebutkan bahwa, dalam karirnya dia pernah jadi wartawan selama 12 tahun. Tak hanya itu, dia juga dikenal sebagai atlet Pencak Silat dan Pelatih Pencak Silat Sumbar.

Pernah dinobatkan selaku pelatih olahraga terbaik Sumbar tahun 2002. Sudah banyak anak muridnya yang Juara di tingkat Sumbar maupun nasional. Sudah 5 kali di jabatan Eselon II.

“ Kesimpulannya, jika masyarakat kabupaten Limapuluh Kota ingin memiliki seorang pemimpin yang rendah hati, cerdas, dan punya motifasi untuk bangkit dan membangun daerah dan ekonomi masyarakat, maka sosok Desri, tentu paling layak diberi amanah sebagai Bupati untuk masa bahri 2020-2025,” tulis Yumi Rantina di media sosial fabe book dan WhatsApp. (edw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *