Sembilan WNA Di Payakumbuh, Umumnya Ikut Suami / Istri

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Antisipasi terjadinya berbagai persoalan terkait keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Kota Payakumbuh yang merupakan salah satu wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam Sumatera Barat, Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) Kota Payakumbuh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di salah satu Aula Hotel di Kawasan Payakumbuh Timur, Rabu pagi 26 Juni 2019.

Rakor tersebut dihadiri anggota Tim Pora Payakumbuh yang diantarannya terdiri dari, Imigrasi Agam, Kesbang, Kodim 0306/50 Kota, Polres Payakumbuh, Kejaksaan serta sejumlah SKPD di Payakumbuh. Rakor perdana selama tahun 2019 itu dibuka langsung Kepala Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Dani Cahyadi.

Dalam sambutannya usai pembukaan Rakor, Dani mengajak seluruh anggota Tim Pora Kota Payakumbuh untuk tetap waspada dan terus melakukan pengawasan terhadap WNA di Payakumbuh meski jumlahnya sedikit. Hal itu dilakukan agar tidak muncul berbagai persoalan terkait keberadaan WNA.

” Kami mengajak seluruh anggota Tim Pora Payakumbuh untuk tetap melakukan pengawasan dan selalu waspada terkait keberadaan WNA di Payakumbuh, meski jumlahnya sedikit.” ujarnya.

Ia juga menambahkan, agar Tim Pora selalu melakukan koordinasi dengan anggota tim lainnya jika terdapat permasalahan terkait WNA di Payakumbuh.

Sementara, Kasi Intel Dakim Imigrasi Kelas II Agam, Deny Haryadi didampingi Kasubsi Intelkim, Fajar Adiguna mengatakan bahwa saat ini dari data yang dimiliki pihaknya, di Payakumbuh terdapat sembilan
WNA dari berbagai negara yang memegang Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) dan Kartu Izin Terbatas (Kitas).

” Iya, di Payakumbuh ada sembilan WNA yang memegang Kitas dan Kitap, mereka umumnya di Indonesia atau di Payakumbuh karena ikut suami/istri.” sebutnya.

Deny juga menambahkan, koordinasi sesama anggota Tim Pora harus terus ditingkatkan, sebab jangan sampai keberadaan WNA di Payakumbuh yang merugikan daerah atau malah mengancam.

” Kita berharap jangan sampai keberadaan WNA di wilayah kita malah merugikan dan menjadi suatu ancaman.” Tutupnya.

Kepala Kesbangpol Kota Payakumbuh, Budy D. Permana dalam sambutannya menyebutkan bahwa peranan semua pihak termasuk masyarakat juga diperlukan untuk melakukan pengawasan terhadap keberadaan WNA di Payakumbuh untuk mengantisipasi hal-hal yang nantinya berdampak buruk terhadap masyarakat dan daerah.

” Kita juga mengajak semua pihak untuk ikut melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di Payakumbuh, tentu caranya berbeda dengan pola pengawasan yang dilakukan oleh Tim Pora.” sebutnya. (Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *