Bocah di Payakumbuh Tak Punya Anus, Warga Galang Bantuan

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Seorang Bocah berusia 3 tahun bernama Reisa Oktavia warga Kelurahan Parik Muko Aia Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Nagari) Kota Payakumbuh – Sumatera Barat, yang tidak mempunyai Anus, membutuhkan biaya selama menjalani perawatan ataupun nanti jika kembali dirujuk ke Padang. Saat ini ia tengah dirawat di Rumah Sakit dr. Adnaan Wd Payakumbuh karena sesak nafas dan kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Bocah perempuan Malang anak dari pasangan Mardalinus (37) dan Firadewi Itu, saat ini tidak dapat bermain layaknya anak-anak seusianya, ia hanya bisa berbaring karena kondisi perutnya yang terus Membesar.

Siti Asriyah (40), warga sekitar yang merupakan tetangga Reisa, Mengatakan bahwa bocah tersebut sebelumnya juga pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Padang, namun hingga kini bocah tersebut tak kunjung sehat karena tidak memiliki Anus.

” Sebelumnya, Reisa juga pernah berobat ke salah satu rumah sakit di Padang, namun nampaknya belum ada hasil. Mungkin karena biaya selama mendampingi anaknya itu tidak ada, maupun biaya lainnya sehingga orang tuanya yang Hanya pedagang es keliling itu memutuskan membawa pulang anaknya, meski biaya pengobatan Reisa ditanggung Pemerintah.” sebutnya, Kamis 11 Juli 2019.

Siti Asriyah yang rumahnya berjarak beberapa meter dari rumah orang tua Reisa itu juga menyebutkan, saat ini Bocah dua bersaudara itu dirawat dirumah sakit di Payakumbuh. Unsur Kelurahan sengaja menggalang dana untuk membantu meringankan beban keluarga itu, baik untuk biaya makan orang tua, biaya pampers Rasa maupun biaya untuk orang tua jika nanti anaknya itu kembali dirujuk ke Padang.

” Kami bersama terus mengupayakan bantuan biaya untuk Reisa dan keluarga, sebab orangtuanya yang tidak bisa berjualan karena harus menunggui putrinya itu, sementara berbagai biaya hidup harus terus dipenuhi, maka kami bersama ingin membantu.” tambah siti.

Sebelumnya, Kondisi Reisa dari waktu ke waktu terus memburuk, perutnya juga terus membesar, kondisi keuangan orangtuanya yang tidak memadai membuat bocah perempuan itu hanya mendapatkan pengobatan seadanya.

Hingga kini, kedua orang tua Reisa terus berdoa dan berusaha agar anaknya tersebut bisa sehat seperti anak-anak lainnya. Siapa Peduli….!!!! (Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *