Kementerian PU-PR Gelar FGD Simulasi Keselamatan Kebakaran Pasar Atas

oleh

Bukittinggi,Dekadepos.com

Pasa Ateh merupakan pasar bersejarah di Kota Bukittinggi, disamping memiliki aktivitas ekonomi yang cukup tinggi Pasa Ateh juga telah melahirkan pengusaha-pengusaha besar di Tanah Abang Jakarta. Pasa Ateh semenjak dibangun tahun 1980-an yang lalu, telah empat kali mengalami kebakaran. Dan sekarang Pasa Ateh tengah dibangun baru. Sehingga diperlukan upaya mengantisipasi bahaya kebakaran, baik melalui pencegahan maupun penyelamatan penggunaan pasar itu sendiri.

Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR)  berupaya agar pembangunan Pasa Ateh dapat memenuhi prinsip keselamatan terhadap bahaya kebakaran, sehingga menjadi bangunan yang andal. Dan upaya itu perlu didukung oleh pemangku kepentingan di Bukittinggi. 

Untuk meningkatkan pemahaman para pengelola dan penggunaan Pasar, terkait pentingnya sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung, khususnya Pasar. Kementerian PU-PR melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) Bantuan Teknis dan Bimbingan Teknis  Penyelenggaraan Bangunan Gedung. 

FGD dengan tema “Simulasi Keselamatan Kebakaran dan Evakuasi Bangunan Pasar Atas Bukittinggi” dan diikuti para Pejabat dilingkungan Kemrnetrian PU-PR, OPD Pemerintah Daerah dan Tenaga Ahli Bangunan Gedung yang bertanggungjawab terhadap Keandalan bangunan Gedung itu, dilaksanakan di Balai Sidang Bung Hatta Novotel Bukittinggi, Kamis (11/7) lalu. 

Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PU-PR RI, Ir.Diana Kusumas tuti, MT mengatakan Kementerian PU-PR tak ingin Pasa Ateh mengalami kebakaran lagi. Untuk itu, proteksi kebakaran harus lebih baik lagi.

“Simulasi yang diadakan ini bertujuan untuk mengantisipasi bahaya kebakar  an. Dengan adanya FGD ini, dapat meningkatkan pemahaman Organisasi Pemerin tah Daerah (OPD),  Tenaga Ahli Bangunan Gedung, pengelola  dan pengguna bangunan gedung, khususnya bangunan pasar tentang persyaratan keselamatan bangunan gedung terhadap bahaya kebakaran. 

Hal itu dilakukan melalui kunjungan lapangan dan simulasi keselamatan ke bakaran dan evakuasi. Semoga, Pasa Ateh Bukittinggi bisa menjadi percontohan dan juga destinasi wisata. Bangunan ini juga bisa didokumentasikan termasuk membuat buku. Buku tersebut bisa dipamerkan dan jadi percontohan bagi provin si-provinsi lain, ungkap Diana Kusumastuti. 

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi H.Irwandi, mengungkapkan Pemko Bukittinggi berterimakasih dengan kegiatan FGD dari Kementerian PU-PR ini.  Dan kita harapkan ilmu dan informasi yang diberikan, dapat bermanfaat  kepada para peserta dalam pengelolaan dan manajemen penanggulangan kebakaran. Khusus Pasa Ateh yang merupakan kebanggaan Kota Bukittinggi.

Pemerintah wajib melakukan proteksi terhadap hal-hal yang bisa merugikan atau membahayakan bangunan tersebut. Hasil FGD akan disimulasikan. Bagaimana perlindungan  sesuai standar dan prosedur sekaligus memperhatikan semua aspek terkait. Kita juga tidak mau ada bencana kebakaran lagi di Pasa Ateh ini,ungkap Wakil Walikota Irwandi.

Ditambahkan, kedepannya bangunan Pasa Ateh dapat memacu kembali peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, melalui pasar yang represent tatif dan modern.Pasar ini akan dilengkapi fasilitas keamanan  yang memadai di tunjang oleh konsep bangunan hijau (Green Building).

“Forum ini akan menjadi acuan dan referensi bagi Pemko Bukittinggi, dalam penyediaan dan pendampingan pembangunan gedung pemerintah dan masyarakat. Khususnya penyediaan fasilitas dan operasional penanggulangan bahaya kebakaran. Harapan dari Kementerian PUPR, pembangunan Pasar Atas dengan konsep Green Building bisa terwujudkan. Simulasi ini akan sangat bermanfaat bagi keselamatan bangunan termasuk para pedagang nantinya,”tambah Wakil Walikota  Irwandi.( Edis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *