Pemko Berikan SP II untuk PT.BKP

oleh
Kadis Kesehatan Kota Bukittinggi Yandra Feri saat mendampingi Wali kota meninjau Pelaksanaan Pembangunan RSUD Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI, dekadepos.com-

PT.BKP selaku pelaksana pekerjaan RSUD Kota Bukittinggi senilai Rp.102 Miliar lebih itu, resmi diberi Surat Peringatan kedua (SP II) oleh Pemerintah daerah Kota Bukittinggi melalui Pengguna Anggaran (PA) Pembangunan Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bukittinggi pada hari Senin (22/7) kemaren.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi,Yandra  Feri yang juga selaku Pengguna Anggaran Pembangunan RSUD Bukittinggi kepada Dekadepos menyebutkan,kalau PT.Artefak  Arkindo Selaku manajamen Konstruksi (MK) atau Pengawas Pembangunan RSUD telah memberikan Rekomendasi kepada kita selaku Pengguna Anggaran untuk menerbitkan SP II kepada “PT.BKP”.

“Atas rekomendasi MK itu,kita juga telah menandatangani SP II dan telah menyerahkannya kepada pihak “PT.BKP”,ujar Yandra Feri.

Dengan telah diserahkannya SP II, tentu dalam waktu dekat ini, Manajemen Konstruksi (MK) akan mengadakan Rapat Pembuktian  yang lebih dikenal dengan SCM ( Show Cause Meeting) di Lokasi Pekerjaan. Dalam SCM itu,akan disepakati langkah langkah yang harus dilakukan pihak “PT.BKP”,untuk mengejar ketertinggalan volume pekerjaannya,ujar  Yandra Feri.

Menurut Yandra Feri,bobot pekerjaannya sampai Minggu ke 50 baru mencapai 22,95 porsen,dan mengalami keterlambatan 19,55 porsen.Untuk mengejar ketertinggalan volume pekerjaan itu,tentu diminta keseriusan pihak “PT.BKP” untuk bekerja.Dan kalau tidak juga,tentu pada akhirnya akan terjadi pemutusan kontrak,ungkap Yandra Feri.

Dinilai Yandra Feri,sebenarnya upaya yang dilakukan pihak “PT.BKP” sudah ada,buktinya dengan sudah banyaknya bahan material,peralatan yang dibutuhkan di lokasi proyek.Namun kita masih melihat adanya kekurangan pekerja.Sebab sampai saat ini pekerjanya juga sekitar 60 orang,ujar Yandra Feri menambahkan kalau tambahan pekerjanya masih dalam perjalanan.

Sementara itu,dari catatan Dekadepos sewaktu mengikuti Walikota Bukit tinggi H.Ramlan Nurmatias meninjau Pembangunan RSUD itu pada hari Senin (15/7) pekan lalu,pihak pelaksana dan MK juga menyebutkan ,pada saat itu peker janya 60 orang,dan untuk tambahannya dalam perjalanan.Sekarang masih juga 60 orang dan tambahannya juga dikatakan dalam perjalanan.Benarkan ada tambah an pekerja tersebut? (edis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *