Lebaran Haji, Harga Cabe Merah Melambung di Kabupaten Solok

oleh

SOLOK, Dekadepos.com

Memasuki hari Raya Idul Adha 1440. Hijriah, harga cabai merah keriting kualitas super di beberapa pasar tradisionil di Kabupaten Solok melambung tinggi.

Sesuai pantauan media ini di pasar tradisionil Nagari Cupak, harga Cabai merah kriting pada hari Sabtu (11/8), mencapai Rp 80 hingga Rp 90 Ribu per kilonya.

Selain harga cabe merah, harga cabai rawit juga melonjak naik hingga mencapai Rp 60 ribu.

“Ini benar-benar sangat mencekik kami orang miskin. Kalau harga cabai sampai Rp 90 ribu per kilonya, nanti kami beli minyak goreng dan gula pakai apa?, Kami dikasih suami uang ke pasar hanya Rp 300 ribu, ” keluh Susi (40), seorang ibu rumah asal Karambie Kuyok, Pakan Jum’at, Jawi-Jawi Guguak.

“Harga cabai sangat menguras kantong, tetapi mau apa lagi, sudah jadi kebutuhan tetap, terpaksa tetap kita beli dan berhemat di belanja dapur lain,” tambah Susi.

Dengan naiknya harga Sembako pada saat lebaran, jelas akan berdampak kepada masyarakat ekonomi lemah dan pas-pasan.

“Minggu kemaren harga cabai merah keriting masih sekitar Rp 50 ribu, namun saat ini harganya melambung tinggi. Bahkan harga buncis dan bawang prei ikut-ikutan naik, mencapai Rp 10 ribu, ” tutur Desi (45), warga Jorong Galagah, Muara Panas.

Kenaikan harga cabai merah keriting ini, juga diikuti harga lain, seperti bawang merah, kol, daging ayam dan lainnya.
Bahkan bawang merah dengan kualitas bagus dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram.

Sementara Epi (55), seorang pedagang cabai kriting di Pasar Cupak menyebutkan bahwa berkemungkinan harga cabai merah keriting dan kebutuhan pokok lainnya akan terus mengalami kenaikan hingga usai hari raya Idul Adha, sebab permintaan terus meningkat.

“Yang lucublnya, sudah harga mahal barangnya susah pula didapat,” tambah Epi.

Kenaikan harga cabai merah keriting di pasar Cupak ini cukup dirasakan dampaknya oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. Walaupun demikian, warga terutama ibu-ibu tetap membeli cabai merah keriting meski harganya lebih mahal, karena itu kebutuhan.

Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, yang ikut turun meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Batu Bajanjang, Tigo Lurah, menyebutkan bahwa biasanya harga cabai dan lainnya akan ikut turun, dengan berakhirnya lebaran Idul Adha.
“Mungkin saat ini pasokan berkurang dan permintaan naik. Sehingga pedagang terpaksa menaikan harga, ” sebut H. Yulfadri Nurdin (jarbat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *