Baru Dilantik, Anggota DPRD Bukittinggi Dibanjiri Tawaran Pinjaman Uang ke Bank

oleh

Bukittinggi,dekadepos.com

Baru satu minggu dilantik menjadi anggota DPRD, beberapa Perbankan yang ada di Kota Bukittinggi telah datang ke DPRD untuk menawarkan pinjaman kepada segenap anggota DPRD yang baru dengan Plafon kredit yang sangat menggiurkan antara Rp.300 juta sampai Rp.800 juta. Sementara anggota DPRD yang baru ini belum tahu, berapa gaji yang akan diterimanya.

Wakil  ketua Sementara DPRD Kota Bukittinggi, Nur Hasra yang didampingi anggota DPRD H.Ibra Yasser ketika ditemui Dekadepos diruang kerjanya, Rabu (14/8) sore membenarkan, ada beberapa Perbankan yang datang ke DPRD untuk menawarkan pinjaman kepada anggota DPRD yang baru dilantik ini dengan Plafon kredit yang bervariasi antara Rp.Rp.300 juta sampaiRp.800 juta.

Kedatangan pihak Perbankan itu ke DPRD menemui anggota DPRD yang baru dalam rangka  menawarkan jasa pinjaman itu, sah sah saja, karena Perbankan itu mitra dari pemerintah dan lembaga DPRD yang juga bagian dari  pemerintah, apalagi selama ini juga telah terjalin hubungan yang baik dengan berbagai Perbankan di Bukittinggi, kata Nur Hasra.

Dan  cepatnya kedatangan pihak Perbankan itu ke DPRD juga merupakan hal yang wajar, karena dalam perbankan itu sendiri ada persaiangan dalam meraih nasabahnya. ujar Politisi PKS itu menambahkan, setidaknya sudah ada 3 Bank yang telah menawarkan pinjaman kepada anggota DPRD Kota Bukittinggi yang baru.

Dan yang pasti kalau kita meminjam kepada Perbankan, terutama bank yang telah punya  mitra dengan Pemerintah daerah, tentu ada timbal baliknya, setidak nya Pemerintah daerah akan menerima Deviden dari Perbankan itu yang dapat dijadikan untuk Pembangunan daerah, ungkap Nur Hasra.

Namun, terkait dengan penawaran beberapa perbankan itu kepada anggota DPRD Bukittinggi yang baru, tentu terpulang kepada masing masing anggota Dewan  tersebut. kalau anggota Dewan itu merasa butuh, maka ia akan menindaklanjuti penawaran  Perbankan itu. Tentu kita harapkan  bagi anggota Dewan yang meminjam “Tidak besar Pasak dari Pada Tiang”, ingat Nur Hasra.

Apalagi, kita baru bekerja di DPRD baru satu minggu, jadi  belum tahu berapa gaji yang akan diterima. Dan lagi kalau meminjam, tentu harus  ada peruntukannya, setidaknya dipergunakan untuk usaha, sehingga pinjaman itu tidak menjadi beban dan tidak memberatkan dalam bekerja selama menjadi anggota Dewan.

“Saya secara pribadi untuk sementara waktu belum berminat untuk meminjam, karena  sebagai anggota dewan yang baru  belum tahu berapa penghasilan setiap bulannya”,ungkap Nur Hasra yang juga Ketua PKS Bukittinggi mengakui dengan fasilitas yang diberikan Pemerintah untuk anggota Dewan rasanya sudah lebih dari cukup.

Hal yang sama juga diungkapkan H.Ibra Yasser yang juga anggota DPRD Bukittinggi dari PKS, kalau ia juga belum berminat untuk meminjam  sesuai yang di tawarkan pihak Perbankan. Karena,disamping belum taunya berapa gaji sebagai anggota DPRD yang diterima, juga untuk sementara ini ingin fokus membuat perencanaan untuk masyarakat yang telah memberinya amanah, kata Ibra Yasser.

Sementara itu, Nofrizal Usra anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) akan menindaklanjuti penawaran salah satu perbankan itu. karena pinjaman itu sangat dibutukan sebagai Sefty dalam menjalakankan berbagai kegiatan untuk mendukung kegiatan Kedewanan. Dan yang pasti pinjaman itu tidakakan akan menggangu kepada pekerjaan kedewanan, ujar Nofrizal Usra.

Sedangkan Maderizal dari partai Demokrat,juga akan menindak lanjuti penawaran Perbankan itu,dengan alasan untuk pengembangan usaha Keluarga. Dengan berkembangnya usaha keluarga nantinya, tentu tidak akan memberakan dalam menjalakan pekerjaan di DPRD, ujarnya singkat saja. ( Edis )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *