Bocah Tertimpa Buah Kelapa, Tunggu Uluran Tangan Dermawan

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Kabar duka dari keluarga miskin nan malang kembali muncul dari Kabupaten Limapuluh Kota. Kali ini, kabar duka itu datang dari seorang bocah bernama Zakira Afani (2 tahun).

Bocah malang dari keluarga miskin pasangan Yasril dan Melda Yulia warga Jorong Subarang Aia, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota itu, saat ini terbaring di rumahnya dalam kondisi sakit tak sadarkan diri  dan sangat mengkhawatirkan setelah mendapat musibah tertimpa buah kelapa.

“Zakira Afani, saat ini dalam kondisi tidak sadarkan diri dan terbaring tak berdaya tanpa pengobatan, karena beberapa hari lalu dia dapat musibah tertimpa buah kelapa, saat bocah malang itu sedang asyik bermain-main di halaman rumahnya. Namun malang bagi bocah itu, ketika tengah asyik  bermain-main di halaman rumah orang tuanya itu, tiba-tiba buah kepala jatuh dari pohon dan menimpa bagian kepala Zakira Afani,” ungkap Walinagari Batu Payuang Masrianto kepada sejumlah awak media.

Dijelaskannya, setelah musibah tertimpa buah kelapa itu dialami Zakira Afani, kedua orang tuanya saat itu juga berusaha membawa bocah malang itu ke rumah sakit. Namun setelah menjalani periksaan oleh pihak medis, dikabarkan kepala bocah malang ini mengalami retak.

Meski sempat menjalani perawatan selama tiga hari di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit merujuk Zakira Afani, ke RSUD M. Jamil Padang. Namun karena tidak ada biaya, akhirnya keluarganya membawa Zakira Afani, pulang ke rumahnya.

Diakui Walinagari Batu Payuang Masrianto, sebagai rasa kemanusian, pemerintahan nagari bersama masyarakat, sudah memberikan bantuan sesuai kemampuan yang ada. Tak hanya itu, pihak pemerintahan nagari juga sedang mengusahakan mengurus BPJS.

Menurut Masrianto, proses pembuatan BPJS tersebut memakan waktu selama 15 hari. Namun karena pihak keluarga Zakira Afani tergolong keluarga tidak mampu untuk membiayai biaya pengobatan anaknya, akhirnya Azira Afani dibawa pulang tanpa mendapatkan perawatan secara medis.

“Atas nama pemerintahan nagari kami sangat membutuhkan bantuan dari para dermawan untuk meringkankan biaya pengobatan Azira Afani” ujar Masrianto.

BANTUAN MULAI MENGALIR

Sama halnya dengan kabar duka yang pernah dialami beberapa keluarga tidak mampu sebelumnya, saat kisah dukanya viral di media sosial, bantuan dari orang-orang yang memiliki jiwa kemanusia dan ingin berbagi untuk meringankan beban penderitaan orang-orang tidak mampu, mulai berdatangan.

Demikian pula halnya dengan berita duka yang dialami bocah malang Zakira Afani, setelah kabar dukanya muncul di media sosial dan diberitakan sejumlah media online, bantuan untuk meringankan beban penderitaan Zakira Afani mulai mengalir.

“ Alhamdulliah, bantuan mulai mengalir untuk biaya pengobatan Zakira Afani. Atas nama pemerintahan nagari dan keluarga Zakira Afani, kami bersyukur sekaligus mengucapkan terima kasih karena sudah ada orang-orang yang tersentuh hatinya untuk membantu biaya pengobatan Zakira Afani, “ pungkas Masrianto sekaligus berharap bantuan akan terus mengalir untuk biaya Zakira Afani yang sangat membutuhkan.  (edw)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *