Warga Binaan LPKA Melarikan Diri, Petugas Lakukan Pencarian

oleh

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Seorang warga binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tanjung Pati atau yang dulu dikenal dengan Lapas Perempuan dan Anak Tanjung Pati Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota – Sumatera Barat, berinisial FH (14) diketahui melarikan diri pada Jumat sore 23 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 Wib.

Warga Binaan yang diketahui tersangkut kasus pencurian itu melarikan diri di LPKA yang dihuni sekitar 119 orang itu.

Kepala LPKA Tanjung Pati, Tapianus A. Barus didampingi Kasi Pengawasan dan Penegakkan Disiplin, Darisman, Kasi Registrasi dan Klasifikasi, Agusman serta Herman, Kasubsi Registrasi, Herman saat dikonfirmasi terkait hal tersebut tidak menampik salah seorang anak asuhnya melarikan diri dari LPKA. Menurutnya, kaburnya FH diketahui pihak LPKA saat akan melakukan kontrol ke dalam blok dan kamar hunian warga binaan. FH yang berada di blok A diketahui tidak lagi berada di tempatnya di kamar 16, sehingga petugas langsung melakukan pencarian.

Atas kejadian itu pihak LPKA telah menyebar anggota untuk melakukan pencarian terhadap FH sekaligus melapor kepada pihak kepolisian. Pencarian tidak saja dilakukan didalam Lapas, sekitar Lapas juga di Kawasan Sarilamak, Tanjung Pati, Ketinggian dan Harau.

” Iya, kita terus melakukan pencarian terhadap FH yang melarikan diri dari LPKA sore kemaren. Ia kita ketahui tidak berada di kamarnya saat petugas melakukan kontrol ke kamar warga binaan. Sebeumnya FH diketahui ikut menonton saat kawan-kawannya tengah berolahraga di lapangan bola di dalam LPKA.” Sebutnya, Sabtu siang 24 Agustus 2019 di LPKA.

Tapianus juga menyebutkan, FH diduga setelah menjebol plafon, kemudian kabur melalui pagar tembok belakang

FH diketahui berasal dari Kabupaten Agam, ia dibina di LPKA sejak beberapa bulan lalu dan bakal bebas pada tanggal 18 Oktober mendatang.

Tapianus juga menyayangkan FH yang hanya menjalani pembinaan selama 8 bulan dan tinggal beberapa bulan lagi, namun Nekad melarikan diri.

” Kita sayangkan kaburnya FH, padahal masa Pembinaannya tinggal beberapa bulan lagi, kita berharap pihak keluarga bisa mengantar FH kembali ke LPKA jika ia pulang kerumah nantinya.” Tutupnya. (Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *