Sempat Timbulkan Polemik, Penertiban Bangli di Terminal Alahan Panjang Berjalan Lancar

oleh

SOLOK, Dekadepos.com

Setelah melalui jalan panjang dan berliku hingga puluhan tahun, akhirnya relokasi terminal dan pasar sayur dari Terminal Alahan Panjang ke terminal Taratak Galundi, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti akhirnya terwujud.

Bahkan pembongkaran bangunan liar (bangli), di sekitar terminal Alahan Panjang, berjalan dengan lancar pada Minggu (25/8) kemaren, tanpa ada kekerasan, seperti yang diramalkan banyak pihak.

Relokasi tersebut bertujuan untuk penataan, pembinaan dan penertiban angkutan dan pedagang sayur di Alahan Panjang. Pembentukan tim relokasi dan pasar sayur tersebut, berdasarkan Keputusan Bupati Solok Nomor 500-300-2018 dan mengingat UU Nomor 12 Tahun 1956 tentang pembentukan Otonomi Daerah Kabupaten dalam lingkungan daerah provinsi Sumatera Tengah.
Rapat terakhir digelar pada hari Selasa Minggu lalu, bertempat di kantor Camat Alahan Panjang. Agenda rapat tersebut adalah guna pembahasan teknis tentang wacana pemindahan pedagang pasar sayur dari pasar Alahan Panjang ke terminal baru di Taratak Galundi, yang berjarak sekitar 1 KM dari terminal Alahan Panjang dan juga penertipan bangli.

Dalam rapat terakhir yang dihadiri oleh Wabup Solok, H Yulfadri Nurdin, SH, dan dipimpin oleh Camat Lembah Gumanti, Zaitul Ikhlas, juga digadiri oleh Kapolsek Lembah Gumanti, Iptu Amin Nurasyid, SH, Wali Nagari Alahan Panjang Zulkarnaini dan Tokoh Masyarakat Alahan Panjang lainnya, didapat kesimpulan bahwa pembongkaran bangli oleh pemilik atau petugas paling lambat Minggu tanggal 25 Agustus 2019. Selain itu, seluruh pedagang pasar sayur akan dipindahkan dari pasar ke terminal pada hari Rabu tanggal 23 januari 2019.

“Alhamdulillah, setelah mengalami proses lobi berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah semenjak Bapak Gamawan Fauzi jadi Bupati Solok, akhirnya pembongkaran bangli di sekitar pasar sayur Alahan Panjang bisa terwujud, ” jelas Kapolres Solok, melalui Kapolsek Alahan Panjang, Iptu Amin Nurasyid Senin (26/8).
Pihaknya juga sangat berterimakasih Kepada Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, yang selalu bersabar dan gigih dalam ikut berjuang untuk memindahkan pasar sayur yang setiap hari menimbulkan kemacetan dan sembraut tersebut semenjak pertengahan tahun 2018 lalu.

“Kita patut memuji kegigihan Bapak Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin yang selalu bersabar melobi tokoh-tokoh masyarakat, pemuda dan pedadang agar bersedia pindah ke Taratak Galundi, ” tambah Iptu Amin Nurasyid.

Tokoh masyarakat Lembah Gumanti, Zulkarnaini, mengaku senang dengan sudah dipindahkannya Pasar Sayur terminal Alahan Panjang ke Taratak Galundi untuk mengurai kemacetan di Alahan Panjang. “Ini adalah proses yang melelahkan dan menguras banyak waktu dan tenaga. Secara pribadi, saya salut dengan lobi-lobi dari Bapak Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, yang selalu bersabar dalam berdialog dengan para tokoh masyarakat serta Pemerintah Nagari, Kecamatan dan juga aparat keamanan setempat. Padahal wacana pemindahan pasar ini sudah lama berlangsung dan baru tahun ini terlaksana, ” ucap Zulkarnaini, dengan nada rampak senang.

Salah seorang pedagang di Alahan Panjang, Injik (52), mengaku tidak mengalami masalah dengan pemindahan pasar tersebut. “Bagus juga sih pasar yang baru ini, lokasinya luas dan bongkar muat pedagang dan pembeli juga lancar, ” tutur Injik.

Dijelaskan Injik, upaya pemkab Solok dalam menertibkan bangunan liar di terminal pasar Alahan Panjang patut diapresiasi. Pasalnya, meski sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat setempat, namun pembongkaran dan pembersihan bangunan liar yang selama ini merusak kenyamanan di lingkungan terminal alahan panjang tersebut akhirnya tuntas dan berjalan lancar.

Terpisah, Wakil Bupati Solok H.Yulfadri Nurdin, SH yang memimpin langsung pembongkaran tersebut, mengerahkan 208 orang anggota pramuka peduli bersama pendamping dari kwarcab pramuka Kabupaten Solok, untuk membantu membongkar puluhan bangli dan membersihkan area terminal yang menjadi sentra sayur di wilayah selatan Kabupaten Solok tersebut.

“Kami sengaja menerjunkan para anggota pramuka untuk menghindari kesan intimidasi dan kekerasan. Pramuka lebih menampilkan kesan humanis, karena bisa diterima semua kalangan,” sebut H. Yulfadri Nurdin.

Disebutkan Yulfadri, dalam penertiban kemarin sedikitnya sebanyak 80 unit bangunan liar yang berdiri tidak sesuai fungsinya ditertibkan secara sukarela oleh pemiliknya.

“Alhamdulillah tak ada 1 batang paku pun yang dicabut dari bangunan itu, tanpa persetujuan dan izin dari pemiliknya. Mereka bahkan dengan sukarela membongkar sendiri bangunannya. Bagi yang minta bantu, kita bantu membuka dan membersihkannya,” sebut Yulfadri Nurdin.

Penertiban bangli ini merupakan buah dari kesepakatan pemkab Solok, pemerintah nagari Alahan Panjang, pemuka Masyarakat dan pedagang setempat. Terminal Alahan Panjang merupakan etalase yang menjadi jantung perekonomian masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Solok.

Alahan Panjang yang merupakan sentra ekonomi baru yang berkembang pesat di kabupaten Solok saat ini. Daerah ini akan berkembang menjadi sebuah kota yang maju di masa mendatang.

“Bangli itu muncul awalnya karena kurangnya pengawasan, akhirnya bangunan liar itupun menjamur di lokasi tersebut. Masyarakat mendirikan bangunan di wilayah yang tidak semestinya seperti totoar yang sejatinya diperuntukkan untuk pejalan kaki. Hal ini berakibat terhadap kelancaran arus transportasi di setiap hari pasar yang kian semrawut dan macet,” terang H. Yulfadri Nurdin.
Banyak yang awalnya apatis akan rencana tersebut, namun betkat kesabaran, proses pembongkaran bangli berjalan lancar.

Terkait pedagang yang sebelumnya telah mendirikan bangunan di lokasi terminal, sudah direlokasi ke lokasi baru yang lebih representative dan tidak menimbulkan kemacetan. Tentang adanya keluhannya lokasi baru itu sepi dari pengunjung. Pemerintah memberikan solusi untuk rekayasa lalu lintas ke lokasi itu, supaya pengunjung datang ke lokasi baru pedagang tersebut.

Sementara para pedagang yang telah direlokasi tersebut didorong membentuk asosiasi dan kelompok usaha dan akan diberikan pembinaan agar nanti bisa menjadi pedagang-pedagang tangguh. “Setelah kita tertibkan, mereka kita dorong untuk membentuk asosiasi pedagang dan diberikan pembinaan agar nanti menjadi pedagang tangguh dan siap bersaing,” jelas Yulfadri Nurdin.(Jarbat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *