Tangan Terserempet Peluru, Ibu Dua Anak Masih Diamankan Di Mapolres 50 Kota

oleh

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

WL (27) sebelumnya ditulis NL (32) Ibu Dua orang anak yang Terserempet Peluru anggota Polres Limapuluh Kota saat hendak menangkap seorang pria yang diduga sebagai Bandar Narkoba, harus merelakan tangan kanannya patah karena tulang tangannya pecah.

Saat kejadian, wanita yang beralamat di Jalan Hang Tuah Ujung Perum Hangtuah Kota Pekanbaru-Riau itu tengah berdua bersama tersangka YD yang akhirnya meninggal dunia setelah tertembak oleh Polisi. Saat itu pada Sabtu pagi 7 September 2019, keduanya berupaya melarikan diri dari upaya pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Tim gabungan Polres Limapuluh Kota di depan Mapolres di Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau karena mereka dicurigai setelah sebelumnya berhasil melarikan diri saat Polisi menggelar Razia kendaraan di Kawasan Pangkalan.

YD bahkan menabrak sejumlah kendaraan yang berada dibelakang maupun didepan mobil Jazz warna putih BM 1516 SF yang ia kendarai, namun sayang upaya pelarian YD dan WL harus terhenti karena peluru anggota Polres Limapuluh Kota menembus kaca mobil bagian depan tepat mengenai bagian bahu YD, ia diketahui tewas ditempat dan langsung dibawa ke rumah Sakit Bayangkara Kota Padang untuk proses autopsi. Namun dewi fortuna masih memihak pada WL, meski harus berurusan dengan Polisi, namun nyawanya selamat.

” Iya, WL mengalami patah tulang karena tangannya terserempet peluru petugas yang coba menghentikan laju kendaraan yang dikendarai YD, hingga kini WL masih kita amankan di Mapolres walau semula ia menyebut tidak tahu terkait Narkoba yang kita temukan.” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis didampingi Kasat Resnarkoba, Iptu. Hendri Has didampingi Kasubag Humas, AKP. Yuhelman, Sabtu 7 September 2019 sekitar pukul 20.00 Wib.

Sebelumnya saat Polisi melakukan penggeledahan ditas dan barang bawaan YD dan WL berhasil ditemukan sekitar setengah kilogram Narkoba jenis Sabu-sabu, timbangan digital serta 1 pucuk senjata api jenis Pistol. Kepada Polisi, WL mengakui bahwa sebelumnya ia juga mengkonsumsi Narkoba bersama YD dan sejumlah orang lainnya disebuah Hotel di Pekanbaru.

” Iya, sebelumnya kami (berlima.red) memang sempat mengkonsumsi Narkoba disebuah Hotel di Pekanbaru. Kalau terkait barang-barang ini (Sabu-sabu.red) saya tidak tahu.” Ujarnya mencoba mengelak.

BACA JUGA: Door, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Depan Mapolres 50 Kota

Sebelumnya diberitakan, Pelarian YD (32) bersama teman wanitanya WL (30) warga Pekanbaru, Provinsi Riau saat dilakukan pengejaran dari kawasan Polsek Pangkalan akhirnya terhenti di depan Mapolres 50 kota di Kawasan Ketinggian Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota pada Rabu 7 September 2019 sekitar pukul 09.30 Wib.

Tersangka saat melarikan diri menggunakan mobil merk Honda Jazz itu terpaksa dilumpuhkan setelah menyodorkan senjata api kepada petugas dan sejumlah pegendara yang melintas di TKP. Hingga akhirnya tersangka YD tewas di TKP setelah ditembak polisi mengenai kaca depan dan leher tersangka.(Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *