Jalan Penghubung Nagari Taeh Bukik-Simpang Kapuak Berhasil Dibangun Kembali

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com–  

Akibat tidak matangnya perencanaan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Limapuluh Kota era pemerintahan Bupati Alis Marajo, jalan yang menghubungan Nagari Taeh, Kecamatan Payakumbuh dengan Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka putus total dan nyaris 4 tahun tak dapat dilalui.

Namun di tangan pemerintahan Bupati Irfendi Arbi, pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas PUPR setempat yang dipimpin Ir. Yunire Yunirman, berhasil kembali membangunan jalan yang putus total tersebut, dengan cara membuat jalan baru sepanjang lebih kurang sekitar 500 merer untuk menghubungan kembali Nagari Taeh, dengan Simpang Kapuak, yang sempat terioslasi selama  4 tahun karena tak ada sarana jalan yang dapat dilalui.

Proyek pemasangan pipa yang salah kaprah, berbuntut terputusnya akses jalan dari Taeh Bukik menuju Simpang Kapuak.

Seperti pernah diberitakan, jalan terputus total akibat perencanaan salah kaprah itu, terjadi ketika Dinas PUPR setempat membangun proyek perpipaan untuk air persawahan berlokasi di Jorong Pabatungan, Taeh Bukik.

Untuk mengalirkan air yang bersumber dari waduk Aie Sonsang, pihak pelaksana proyek berusaha menembus kaki bukit untuk memasang saluran pipa. Padahal, di atas bukit yang berusaha ditembus itu, ada jalan beraspal hotmik yang membentang menghubungan Nagari Taeh  Bukik dengan Simpang Kapuak.

Ringkas cerita, ketika pekerjaan pengeboran untuk menembus pinggang bukit tersebut gagal. Kemudian rekanan pelaksana proyek, dan tentunya sudah mendapatkan persetejuan dari pihak Dinas PUPR setempat, melanjutkan pekerjaan proyek pemasangan pipa itu dengan cara memotong bukit yang di atas bukit tersebut membentang badan jalan beraspal hotmik diperkirakan panjangnya sekitar mencapai 100 meter.

Ternyata, upaya pemotongan bukit dan memutus badan jalan untuk pemasangan saluran pipa air tersebut juga tidak membuahkan hasil. Kecuali, akibat pekerjaan pemotongan bukit tersebut menciptakan sebuah jurang dan terputusnya badan jalan yang menghubungan Nagari Taeh dengan Simpang Kapuak.

Setelah sekitar 4 tahun jalan tersebut terputus dan mengisolasi Nagari Taeh dengan Simpang Kapuak, Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas PUPR setempat, tahun anggaran 2018 lalu membanguan kembali jalan yang telah terputus tersebut dengan cara membuka jalan baru yang akhirnya dapat menghubungan kembali Taeh Bukik dengan Simpang Kapuk.

“Memang, kita sudah memperbaiki jalan yang terputus di Pabatungan itu, dengan cara membangun jalan baru menyisir lereng perbukitan. Untung saja ada jalan ke Objek wisata Aie Sonsang, maka jalan tersebut disambungkan ke jalan baru yang dibangun. Sehingga berhasil kembali menghubungkan Taeh Bukik-Simpang Kapuak, “ ujar Kabid Bina Marga Dinas PU Limapuluh Kota, Rilza Hanif.

Diakui Rilza Hanif, dengan berhasilnya dibangun jalan baru untuk menghubungan jalan lama yang sempat terputus, selain akses jalan sudah dapat dilalui, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat setempat karena akses jalan ke kebun petani gambir Taeh Bukik utamanya di Jorong Pabatungan kembali terbuka. (edw)