Kabut Asap di Kota Wisata Bukittinggi Makin Tebal

oleh

BUKITTINGGI, dekadepos.com-

Kualitas udara di kota wisata Bukittinggi semakin memburuk.Kabut asap  sudah mulai nampak tebal dan berbau,jarak pandang diperkirakan hanya 200 meter,dan bahkan kabut asap sudah masuk ke dalam rumah dan perkantoran.Kondisi ini sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat,dan membutuhkan antisipasi yang cepat dan tepat untuk pencegahan berjangkitnya penyakit ISPA.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun GAW Bukit Koto Tabang,pada Senin (23/9). pengukuran PM10 pukul 06.00 pagi , menunjukkan angka 229 microgram/m3 berada dalam kondisi Tidak Sehat. Nilai ini sudah berada jauh di atas baku mutu PM10 yaitu 150 µg/m3.

Dari pantauan Dekadepos,com Senin kemaren,semenjak pagi sampai siang, kondisi kabut asap di kota Bukititinggi semakin pekat,dan kabut asap juga telah masuk ke dalam ruangan perkantoran dan perumahan masyarakat. Para ASN yang bekerja di dalam ruangan juga terpaksa memakai masker,begitu juga masyarakat didalam rumahnya masing masing juga mengenakan masker sebagai antisipasi dampak dari kabut asap tersebut.

Beberapa anggota DPRD Bukittinggi,Maderizal,H.Ibra Yasserr,H.Irman B dan Ali Zarman yang tengah berada didalam ruangan DPRD,merasakan sesak nafas,mata perih,dan kerongkongannya kering,bahkan badan terasa lesu.’Kabut asap kali ini betul betul luar biasa parahnya”,kata Maderizal anggota DPRD dari Fraksi Demokrat.

H.Ibra Yasser anggota DPRD darei Fraksi PKS,meminta kepada kita semua, untuk memanjatkan doa kepada Tuhan,kalau dapat disertai dengan Shalat minta hujan,agar  bencana  kabut asap ini bisa jauh dari kota Bukittinggi. Sebab dengan doa dan upaya yang kita lakukan yang bisa menjauhkan kita dari bahaya kabut asap ini,ujar H.Ibra Yasser.

Kemudian,bagi siswa se kota Bukittinggi,mulai dari PAUD,TK,SD,SLTP dan SLTA  sudah dilibutkan selama 2 hari,mulai hari Senin (23/9) ini sampai besok (Selasa-red).

Menurut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi H.Melfi Abra.Apabila kondisi udara semakin buruk,maka libur sekolah dapat saja diperpanjang untuk menjaga kesehatan para siswa agar tidak terjangkit penyakit ISPA yang disebabkan Kabut Asap ini,kata Melfi Abra.

Sementara itu,melihat kondisi kabut asap yang semakin parah melanda ko ta Bukittinggi.Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias kembali menghimbau kepada masyarakat agar selalu memakai masker untuk mengatasi terhirupnya kabut asap, terutama untuk anak-anak berusia 10 tahun kebawah yang rentan dengan penyakit.

Kurangi atau hindari aktifitas di luar rumah, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.jika terpaksa pergi keluar rumah maka sebaiknya menggunakan masker. Bagi siswa sendiri, Pemko Bukittinggi telah mengeluarkan edaran agar memaksimalkan siswa belajar dirumah. Selan jutnya memperbanyak minum air putih, segera berobat ke dokter atau sarana pe layanan kesehatan bila mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lain.

Kemudian,Selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan bergizi, tidak merokok dan istirahat yang cukup. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk kedalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik. Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi, bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu dimasak dengan baik.tambah Walikota Ramlan Nurmatias.(Edis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *