Beny Aziz: Tahapan Pilkada Serentak Sudah Diawali Sejak Agustus 2019

oleh

BUKITTINGGI, dekadepos.com-

Walaupun Pilkada Serentak untuk Pemilihan Walikota, Bupati dan Gubernur akan diadakan pada bulan September 2020 mendatang.Namun tahapan Pilkada serentak tersebut sudah di awali  semenjak bulan Agustus 2019 yang lalu dengan penyusunan anggaran dan sosialisasi.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU kota Bukittinggi Beny Aziz ,yang didampingi komisioner KPU Bukittinggi dan Sekretariat KPU ,dalam jumpa Pers yang diadakan di kantor KPU Bukittinggi, Selasa (8/10).

Dikatakan,sesuai dengan aturan yang berlaku, tahapan pilkada tahun 2020, telah dimulai dengan penyusunan anggaran dan tahapan sosialisasi.Tahapan sosialisasi itu tetap ditujukan kepada 10 basis, seperti pelaksanaan pileg 2019 lalu.

“Tahapan sosialisasi ini dimulai dengan beberapa kegiatan di sejumlah sekolah. Salah satunya dengan melaksanakan pemilihan ketua OSIS dengan sistem pemilihan langsung layaknya pemilihan umum, di SMAN 3 dan SMAN 1 Bukittinggi. Ini salah satu bentuk pendidikan pemilih pemula,” ungkap Beny Aziz.

Sebelumnya,juga telah dilaksanakan penyusunan anggaran,dan penanda tanganan  Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemko Bukittinggi dengan KPU.

Dana hibah yang akan dikucurkan untuk KPU Bukittinggi sebesar Rp13,3 miliar lebih.Dana itu memang akan digunakan untuk pilkada Bukittinggi, sementrara untuk pelaksanakan pemillihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dananya berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera  Barat. Sesuai perencanaannya, dana itu akan didominasi untuk pembentukan PPK, PPS, dan KPPS, pemuktakhiran dan penyusunan daftar pemilih, bimbingan teknis, honorarium panitia Ad Hoc, penelitian admi nistrasi, logistik, pengumuman dan pendaftaran calon, masa kampanye, pemungutan suara, serta tahapan lainnya,urai Beny Aziz.

Disamping itu,KPU kota Bukittinggi juga menargetkan partisipasi pemilih lebih dari 80 porsen. Segala aspek akan dikerahkan, termasuk dengan memaksimal kan dan meningkatkan sinergi dengan awak media, dalam rangka mensosialisasikan pemilu serentak 2020.

“Biasanya tren partisipasi pemilih pada pilkada itu turun dari pileg, karena pada pilkada form A5 tidak digunakan lagi. Ini yang akan kita upayakan bersama, bagaimana trennya itu berubah. Sehingga partisipasi pemilih, khususnya di Bukittinggi pada pileg 2019 lalu mencapai 77 porsen lebih, pada pemilihan serentak 2020 nanti naik dan melebihi 80 porsen,” Komisioner KPU Heldo Aura menambahkan.

KPU kota Bukittinggi juga berkomitmen untuk bekerja profesional dan menjaga netralitas dalam bekerja. Sehingga pelaksanaan pemilu serentak 2020 berjalan sukses dan lancar,tambahnya.(Edis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *