Gamawan Fauzi Apresiasi Tokoh Muda Maigus Tinus Berani Maju Pilkada Kabupaten Solok

oleh

SOLOK, dekadepos.com-

Mantan Bupati Solok dan juga mantan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia,  H. Gamawan Fauzi, sangat mendukung dan mengapresiasi tokoh muda Kabupaten Solok yang menyatakan ikut berkomptetisi pada Pilkada Kabupaten bumi penghasil ‘bareh tanamo’ itu untuk maju menjadi Calon Bupati Solok 2020-2025 mendatang.

“Sebagai anak muda yang berani menyatakan sikap untuk maju menjadi Kepala daerah di Solok,  jelas ini anak muda luar biasa dan tidak sembarangan. Memang saya rasa sudah saatnya pula anak muda Solok ikut pula berkarya  membangun kampung halamannya. Kalau tidak sekarang,  ya kapan lagi, ” ujar H. Gamawan Fauzi,  saat menggelar silaturrahmi dengan tokoh rantau yang asal Nagari Talang, Maigus Tinus di Kota Solok, beberapa waktu lalu.

Pertemuan antara mantan Mendagri dan Balon Bupati Solok,  Maigus Tinus,  juga dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sumbar, Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag.

Bahkan dengan tenang, H. Gamawa Fauzi sangat mendukung tokoh muda untuk memimpin Kabupaten Solok. Apalagi menurut Gamawan,  Maigus Tunus mau mau maju menjadi Balon Bupati,  setelah melihat kampung halamannya seperti jalan di tempat.

“Jujur saja,  tokoh muda seperti Maigus Tinus inilah yang harus kita dukung. Dia berani maju karena ingin Kabupatennya berubah dan menjadi Kabupaten terbaik dari yang baik. Bukan hanya sekedar slogan saja, ” terang mantan Gubernur Sumbar itu.

Pertemuan antara tokoh Sumbar degan anak muda asal Talang itu,  banyak memberi manfaat bagi Maigus muda.

Gamawan tidak segan-segan membagi pengalamannya kepada Maigus serta menceritakan bagaimana kisah perjalanannya dari menjadi Bupati hingga Mendagri RI.

“Kalau sebuah daerah ingin maju tahun ini dari tahun kemaren,  tentu dimulai dari masyarakatnya. Kalau tidak,  sama saja kita dengan merugi. Jadi saya sangat mengapresiasi Maigus yang menyatakan sikap untuk berani maju, bukan wani piro, ” tutur H. Gamawan Fauzi.

Semenrara itu,  Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumbar, Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag, juga memberi dukungannya kepada Maigus. Sama halnya dengan Gamawan, Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag, juga berharap akan lahir pemimpin dan generasi muda Islami di Kabupaten Solok dan Sumbar pada masa mendatang.

“Ini Minangkabau, dimana filsafah budaya Minang dalam Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah merupakan salah satu filosofi hidup yang dipegang dalam masyarakat Minangkabau, yang menjadikan Islam sebagai landasan utama dalam tata pola prilaku dalam nilai-nilai kehidupan. Dengan kata lain, Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah merupakan kerangka kehidupan sosial baik horizontal-vertikal maupun horizontal-horizontal,” teeang Buya H. Gusrizal Gazahar.

Ketua MUI Sumbar, Gusrizal juga pentingnya meningkatan sektor keagamaan. Diantaranya pengembangan pendidikan agama melalui program Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP) yang kini tengah digalakkan di Kabupaten Solok.

Sedangkan tokoh muda Solok,  Maigus Tinus, pada kesempatan itu juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada dua tokoh Sumbar,  seperti Gamawan Fauzi dan Buya H. Gusrizal Gazahar.

“Bapak H. Gamawan dan Buya Guslizar sudah banyak membagi pengalaman beliau dalam menjalani tahapan-tahapan keikutsertaannya pada Pilkada Kabupaten Solok saat menjabat dan situasi sekarang. Bagi saya ini adalah pengalaman sangat berharga, ” tutur Maigus Tinus.

Bahkan kalau terpilih,  Gamawan Fauzi juga memberi masukan tentang mana saja yang akan menjadi skala prioritas dan mana yang belum dibutuhkan.

“Kalau masyarakat butuh akses jalan,  maka kita tidak usah membangun yang lain dulu dengan dana APBD yang cukup besar, ” sebut Maigus Tinus.

Apalagi Kabupaten Solok daerah kaya,  indah dan memiliki sumber Daya Alam yang cukup kaya,  namun belum dikelola dengan baik. Bahkan SDMnya saja yang masih kurang.

“Bapak Gamawan juga berpesan,  sebagai daerah agraris tentu saja yang menjadi prioritas adalah pembangunan sektor pertanian. Mulai dari pembangunan infra struktur penunjang, perwilayahan komoditi, penyuluhan pertanian sampai pemasaran hasil pertanian merupakan hal yang perlu dipikirkan dan direlisasikan secepatnya, selain sektor pendidikan dan sejumlah masalah yang terkait dengan peningkatan harkat dan kehidupan masyarakat lainnya di Kabupaten Solok,” sebut Maigus (wandy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *