Kabupaten Solok Peringati Hari Aids Sedunia

oleh

SOLOK, dekadepos.com-

Setiap tahunnya, pada tanggal 1 Desember, diperingati sebagai Hari Aids Sedunia.

Di Kabupaten Solok Hari Aids Sedunia diperingati pada Minggu (1/12) di Dermaga Singkarak, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Solok dan PKVHI (Perhimpunan Konselor VCT HIV/AIDS Indonesia) Kabupaten Solok yang beranggotakan 30 orang konselor.

Jika kita melansir laman WHO, tema Hari Aids Sedunia tahun ini adalah “Komunitas Membuat Perbedaan”.

Peringatan tahun ini dianggap sebagai kesempatan penting untuk mengetahui peran yang telah dilakukan masyarakat untuk penanggulangan AIDS di tingkat internasional, nasional, dan lokal.

Hari Aids sedunia pertama kali diperingati pada 1988 untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dunia terhadap HIV.

Penggagas peringatan Hari AIDS adalah James Bunn dan Thomas Netter, yang turut aktif sebagai humas di World Health Organisation (WHO).

Bunn dan Netter mengajukan ide tersebut kepada Jonathan Mann, Direktur Program Global terkait AIDS di WHO.

Pada 1988, WHO menetapkan 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia.

Sebenarnya, rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak bulan November 2019 dengan membuka layanan konseling dan pemeriksaan HIV gratis di setiap puskesmas se-Kabupaten Solok.

Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia digelar Kampanye HIV/AIDS yang dilaksanakan pada Hari Minggu 1 Desember 2019 dipusatkan di kawasan wisata Dermaga Singkarak.

Kegiatan dimulai dengan senam bersama dengan masyarakat sekitar dilanjutkan dengan penyuluhan, pemeriksaan gratis dan pembagian doorprize.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Solok,  drg. Aida Herlina dalam sambutannya beliau menekankan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan 3 zero di Tahun 2030 di Kabupaten Solok, yakni, tidak ada kasus baru, tidak ada kematian karena AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

“Semoga dengan adanya kegiatan kampanye ini, dapat berkontribusi positif untuk pembangunan kesehatan di Kabupaten Solok. Sehingga 3 zero di Tahun 2030 dapat terwujud,” terang drg. Aida Herlina.

Dalam laporannya. Ketua panitia pelaksana yang juga merupakan ketua PKVHI Kabupaten Solok, Syupriadi, SKM juga menghimbau masyarakat luas yang memiliki faktor risiko agar mengakses layanan Voluntary Conseling and Testing (VCT) konseling dan testing sukarela di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Solok.

Penyuluhan diberikan oleh Silvia Febrina, SKM yang merupakan salah satu konselor VCT. Pada kesempatan itu disosialisasikan pengetahuan dasar tentang HIV/AIDS, bagaimana mencegahnya, bagaimana penularannya dan perilaku apa saja yang berisiko menularkan virus tersebut. (wandy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *