Tanah Datar Pecahkan Rekor MURI Pemain Talempong Pacik Terbanyak

oleh

Batusangkar, dekadepos.com

Dalam FPM( Festival Pesona Minangkabau ) tahun 2019, Tanah Datar kembali memecahkan rekor MURI, dan diklaim sebagai ‘ Rekor dunia’ dalam penampilan Talempong Pacik dengan peserta 1599 orang.

Senior Manajer MURI Awan Rahargo menekankan hal itu usai menyerahkan penghargaan piagam rekor MURI kepada Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi dihadiri Menteri Pariwisata diwakili Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Dra Esthy Reko Astuty ,M.Si,  Asisten III Setwilda Sumatera Barat,  sejumlah pejabat tingkat Sumbar, Forkopimda,para perantau, dan undangan lain.

Dari catatan Awan, Tanah Datar sudah tiga kali meraih rekor MURI, yakni, tahun 2017 arakan – arakan jamba berjumlah 1111 orang, dan tahun 2018 berupa  minum kawa daun menggunakan tempurung dengan 4.000 peserta ” Rekor MURI kali ini diraih oleh Talempong Pacik dibawakan Anak nagari Luhak Nan Tuo sebanyak 1599 orang “, tutur Awan Rahargo bersemangat.

Sebelumnya, sebut Awan tahun 2012 kabupaten 50 kota pernah pula meraih rekor MURI dalam aktivitas talempong pacik dengan peserta 1.000 orang. seterusnya rekor MURI direbut kota Padang tahun 2015 dengan 1.371 peserta.

Pertanyaan yang diajukan insan pers, tentang kesempatan Tanah Datar mampu pula meraih rekor MURI dalam objek lain. Menurut Awan masih punya banyak peluang, bisa bidang kuliner, bidang tari piring, dan lain-lain.Jadi bisa dikembang ke objek-objek lain.

Awan bangga dengan kabupaten Tanah Datar, karena bisa meraih prestasi dalam event tahunan FPM . Untuk itu Awan mengucapkan selamat kepada bupati Irdinansyah dengan prestasi yang diraih Tanah Datar.

Aktivitas FPM tahun 2019 dibuka Menteri Pariwisata diwakili Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Dra Esthy Reko Astuty ,M.Si akan digelar selama lima hari, dimulai Rabu — Minggu  ( 4–8/12/19) itu berlangsung semarak dengan menampilkan Pawai  Budaya, Arakan Jamba, Makan Jajamba, Pemecahan Rekor MURI, Pagaruyung Expo, Pagelaran Seni  Spesifik Minangkabau, Pagelaran Seni Budaya Melayu dari Malaysia dan Bengkulu.

Seterusnya diselenggarakan pula , Festival Matrilenial, Pameran Foto Pesona Wisata dan Budaya Tanah Datar, Kampung   Kopi, Dialog Budaya, Pacu Jawi, Pasar  Van der Capellen, Tanah Datar Tourism Award, Pemilihan Media Tradisional, hiburan artis Minang Upik Isil , dan Rayola. (hatiar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *