Rusak Keindahan, 6 Unit Bangli Diminta untuk Dibongkar

oleh

SOLOK,dekadepos.com-

Pemilik Bangunan Liar (Bangli) yang berada di depan Puskesmas Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok,  diminta kesadarannya untuk membongkar bangunan miliknya secara sukarela,  sebelum pihak yang berwenang membongkarnya.

“Demi keindahan Alahan Panjang yang kita cintai ini,  kita harap kesadaran para pemilik bangunan liar untuk membongkar sendiri bangunan liar yang ada di depan Puskesmas Alahan Panjang, ” sebut Walinagari Alahan Panjang,  Zulkarnaini,  Kamis (5/12).

Dijelaskannya,  demi terwujudnya Alahan Panjang yang bersih dan indah,  Pemerintah Nagari dan unsur Forkompimcam Lembah Gumanti,  sudah berkomitmen untuk menertibkan Alahan Panjang. Hal meliputi terminal dan juga kawasan di sekitarnya,  termasuk 6 buah bangunan liar yang ada di depan Puskesmas Alahan Panjang.

Bangunan liar yang berada di sepanjang depan Puskesmas memang sudah selayaknya di tertibkan karena sangat mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengunjung.

“Kita melihat bahwa bangunan liar di depan Puskesmas merusak pemandangan dan keindahan jalan. Selain itu, resiko yang sangat tinggi seperti ancaman ditabrak kendaraan sangat besar dan selalu mengancam nyawa para pengunjung dan pedagang yang berada sepanjang jalan tersebut,” tutur Zulkarnaini.

Dijelaskan Zulkarnaini,  sebelumnya sebanyak 6 orang pemilik bangunan yang ada di depan Puskesmas, sudah sepakat untuk mau membongkar bangunannya sendiri secara sukarela.

Hal itu sesuai pertemuan antara pemilik bangunan dan pihak pemerintah nagari beserta Kapolsek Lembah Gumanti,  Iptu Amin Nurasyid,  SH, dalam sebuah pertemuan pada Rabu 27 November 2019 lalu.

“Waktu itu,  usai memberi sosialisasi kepada masyarakat,  akhirnya dengan kesadaran sendiri pemilik Bangli mau membongkar bangunannya masing-masing, ” terang Kapolsek, Iptu Amin Nurasyid.

Disebutkan Iptu Amin  Nurasyid,  sebelum diberi sosialisasi,  masyarakat pemilik bangli bersikeras menolak untuk digusur. Namun setelah ada pendekatan secara kekeluargaan,  akhirnya pedagang dengan kesadaran sendiri mau membongkar bangunannya.

“Setelah diberi pengertian,  dengan kesadaran sendiri para pemilik bangli mau membongkar bangunannya, ” ujar Kapolsek yang dikenal dekat dengan semua kalangan tersebut.

Namun setelah ditunggu-tunggu,  para pemilik bangli hanya melakukan janji-janji untuk membongkar dan hingga saat ini belum juga dikerjakan.

“Kita berharap para pemilik bangunan tersebut berkomitmen dengan ucapan mereka, ” terang Iptu Amin Nurasyid.

Iptu Amin Nurasyid, yang juga dikenal bertangan dingin dalam ikut menciptakan keamanan dan ketertiban warga di Wilayah Alahan Panjang dan Kecamatan Lembah Gumanti.

Wakil Bupati Solok,  H. Yulfadri Nurdin,  mendukung penertiban kawasan Alahan Panjang menjadi daerah tertib dan kawasan indah.

“Atas nama Perimakasih Daerah,  kita sangat berterimakasih kepada masyarakat Alahan Panjang yang sudah ikut mendukung kawasan Alahan Panjang menjadi daerah bersih,  rapi dan indah. Kalau tidak dari kesadaran masyarakat ya dari siapa lagi, ” tutur H. Yulfadri Nurdin. (wandy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *