271 HEKTAR PERSAWAHAN DAN LAHAN PERTANIAN DI LIMAPULUH KOTA TERENDAM BANJIR

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Petani di Kabupaten Limapuluh Kota terancam tidak dapat menikmati hasil panen tanamannya, baik pertanian padi, cabe dan tanaman jenis sayuran lainnya. Sebab, 271 hektar lahan pertanian milik mereka teredam banjir.

Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota beberapa hari terakhir, mengakibatkan sejumlah kawasan kecamatan yang ada di daerah ini, utamanya nagari yang berada di kawasan aliran sungai meluap ke lahan pertanian masyarakat. Padahal, dari ratusan hektar lahan pertanian masyarakat tersebut ada yang sudah beberapa bulan ditanami padi dan pertanian jenis sayuran lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota, Ir. Eki Hari Purnama Msi, dalam informasi yang disampaikan ke group WhatsApp (WA) Pusdalops PB BPBD 50 Kota menyebutkan bahwa, hingga saat ini berdasarkan laporan sementara yang berhasil dihimpun lembaga yang dipimpinnya, dari 13 wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota sedikitnya 271 hektar areal persawahan,ladang cabe dan jenis sayuran lainnya terendam banjir.

Diakui Ir. Eki Hari Purnama Msi, luas lahan persawahan terkena atau terendam akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Limapuluh Kota, paling parah dialami Kecamatan Mungka seluas 140 hektar, Kecamatan Akabiluru 2 hektar (longsor), Kecamatan Luak 5 hektar dan Kecamatan Lareh Sago Halaban 124 hektar.

Khusus untuk kawasan Kecamatan Mungka, ungkap Ir. Eki Hari Purnama Msi, lahan pertanian yang terendam banjir masing-masing Nagari Sungai Antuan sawah seluas 60 hektar, ladang cabe dan sayur lain  seluas 2 hektar.

Sedangkan kawasan Nagari Simpang Kapuak persawahan masyarakat yang terendam banjir seluas 40 hektar, ladang cabe dan sayur lain seluas 3 hektar. Sementara  Nagari Talang Maur luas persawahan yang terendam banjir seluas 25 hektar, ladang cabe dan sayur lain seluas 2 hektar.

Untuk Nagari Jopang Manganti pesawahan penduduk yang terendam banjir seluas 5 hektar, perkebunan cabe dan sayur lain seluas 2 hektar. Nagari Mungka sawah yang terendam banjir seluas 10 hektar.

“ Ini adalah data sementara yang berhasil diperoleh dari hasil koordinasi di lapangan serta peninjauan langsung ke daerah korban banjir,” ungkap Menurut Ir. Eki Hari Purnama Msi.

Sedangkan untuk kawasan Kecamatan Gunung Omeh, Kecamatan Suliki,  Kecamatan Bukik Barisan, Kecamatan Guguk, Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Harau,

Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Kapur IX belum ada laporan jumlah persawahan dan perladangan masyarakat yang rusak akibat tergenang luapan banjir. (edw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *