KONI Kabupaten Solok Gelar Seminar Membangun Prestasi Tanpa Doping

oleh

SOLOK, dekadepos.com-

Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok, hari Jum’at (6/12), menggelar acara Seminar Membangun Prestasi Tanpa Doping, bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Taufina Kota Solok, Jumat (6/12).

Seminar yang diikuti oleh seluruh perwakilan Pengurus Cabang Olah Raga (Cabor) dan Pelatih serta praktisi olah raga lainya di Kabupaten Solok itu, menghadirkan sejumlah nara sumber dari pusat dan dari Sumatera Barat sendiri.

Acara yang dibuka usai Salat Jum’at tersebut,  dihadiri Oleh Ketua KONI Kabupaten Solok, Rudy Horizon, Kepala Sekretariat KONI, Zulmasdiawarman, Sekretaris KONI, Madra Indriawan,  Bendahara KONI,  Rafles Eka Putra, dan segenap pengurus KONI lainnya.

Sementaea narasumber yang didatangkan diantaranya adalah dr. Zaini Khadafi Saragih, Sp,KO, yang merupakan Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia dan Giri Prayogo, M.Pd, dari Doping Control Officer Asian Paragames 2018.

“Kita berharap,  melalui seminar anti doping dan meraih prestasi tanpa doping ini,  akan bisa memotivasi para atlet meraih prestasi tanpa doping, ” sebut, Zaini Khadafi Saragih, Sp,KO, yang merupakan Ketua Lembaga Anti-Doping Indonesia.

Disebutkan Zaini,  doping memang dipercaya mampu meningkatkan performa para atlet dengan sangat cepat dan biasanya dilakukan demi kemenangan instan.

“Setidaknya dalam dunia atlet, kita mengenal ada 7 jenis doping yang paling populer. Diantaranya  Erythropoletin atau EPO, yang hormon ini diproduksi secara alami oleh ginjal manusia dan berguna untuk merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang,” sebut Zaini.

“Doping Epo ini sangat berbahaya karena jika berlebihan bisa menyebabkan sakit jantung, stroke, paru-paru hingga kematian,” sebutnya.

Selain itu Zaini Khadafi Saragih, juga menyebutkan jenis doping yang lain yakni Cera,  Steroid Anabolik, Human Growth Hormone (HGH),Insulin, Doping Gen dan doping Diuretik.

Disebutkannya,  pada intinya semua jenis doping tidak baik baik untuk karir atlit.

Ketua KONI Kabupaten Solok Rudi Horizon, usai acara kepada awak media mengatakan, bahwa acara Seminar itu digelar kerja sama Pemkab Solok dengan KONI Kabupaten Solok dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

Rudi menyebutkan maksud dan tujuan digelarnya acara itu adalah untuk  memberi pengetahuan dan menambah wawasan kepada seluruh pelatih dan juga atlit cabor tentang masalah Doping.

Disebutkan Rudy, Doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga.

“Semoga atlet-atlet Kabupaten Solok bisa berjaya di Porprov dan iven nasional lainnya tanpa perlu menggunakan doping apapun,” sebut Rudy Horizon.

Rudi mengemukakan, terutama mengacu pada ancaman kesehatan atas obat peningkat stamina.  Doping dalam olahraga kata Rudi menambahkan, merupakan sebuah bentuk kecurangan yang dilakukan oleh seorang atlet.

” Dan cara-cara seperti itu sangat bertolak belakang dengan spirit olahraga dan dapat merusak kompetisi yang bersih ” tutur Rudi Horizon. (wandy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *