Polri,TNI, BPBD, Camat dan Masyarakat Nagari Kotobaru Simalanggang Goro Bersihkan Sungai Batang Lampasi

oleh

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com –

Hujan deras yang masih terjadi di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, tidak hanya menimbulkan banjir dan longsor. Bahkan, sejumlah sungai seperti yang dialami sungai Batang Lampasi, porak poranda diterjang luapan banjir dan merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di tapal batas Nagari Koto Baru Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupateb Limapuluh Kota dengan Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Latina, Kota Payakumbuh.

Untuk membantu warga membersihan material kayu dan pohon bambu yang terban ke dalam sungai Batang Lampasi, Minggu (12/1/2020) dilakukan kegiatan gotong rotong massal membersihkan aliran Sungai Batang Lampasi melibatkan anggota Polres Payakumbuh, TNI, Camat Payakumbuh, BPBD Limapuluh Kota dan masyarakat Nagari Koto Baru Simalanggang.

Goro massal dibawah komando Kasat Sabhara Polres Payakumbuh, AKP Agno Pilindo,SH, Camat Payakumbuh, Drs. Syaiful, Kanit Sabhara Polres Payakumbuh, IPTU Syafrizal, Kanit Binmas Polsek Payakumbuh, IPDA Kurnia Adifa, SH, Kanit Intelkam Polsek Payakumbuh, IPDA Omdatra, 1 SST gabungan anggota Sabhara Polres Payakumbuh dan Polsek Payakumbuh, 1 regu personil BPBD Pemkab. Limapuluh Kota, Sekretaris Nagari dan Perangkat Nagari Koto Baru Simalanggang, Ketua BAMUS Nagari Koto Baru Simalanggang,  Bhabinkamtibmas dan Babinsa Nagari Koto Baru Simalanggang serta Babinsa Kelurahan Koto Panjang Lampasi, meskipun sudah bekerja keras membersihkan pohon beringin dan pohon kayu serta pohon bambu yang terban ke dalam sungai. Namun, karena kurangnya peralatan maka tenaga goro belum mampu membersihkan material yang menghalangi aliran sungai Batang Lampasi tersebut.

Hasil pantauan media ini, Selasa(14/1/2020), di lokasi, akibat luapan banjir yang terjadi di sungai Batang Lampasi, badan sungai semakin melebar dan menggerus tebing kiri-kanan DAS yang berakibat runtuhnya tanah tebing DAS yang juga dilintasi Saluran Irigasi dengan lebar 1,5 Meter sepanjang 12 Meter runtuh ke dasar sungai dengan kedalaman 5-7 Meter.

Akibatnya, suplay air ke Sawah Kosiak seluas kurang lebih 150 hektar tak lagi berfungsi dan mengancam terjadinya gagal panen karena aliran air irigasi jatuh terbuang percuma kembali masuk ke dalam Sungai Batang Lampasi.

Menurut informasi yang diperoleh dari Sekretaris Nagari Kotobaru Simalanggang, Bustanul Arifin, kendala yang ditemukan di lokasi goro adalah minim dan sangat terbatasnya peralatan yang tersedia.

“Untuk membersihkan material pohon kayu dan pohon bambu yang terban ke dalam badan sungai diperkirakan hampir berjumlah 1000 kubik, dibutuhkan alat berat dan mesin pemotong kayu,” ujar Bustanul Arifin.

Diakui Bustanul Arifin, berdasarkan hasil musyawarah dipimpin Kasat Sabhara Polres Payakumbuh, AKP Agno Pilindo,SH, yang mewakili Kapolres Payakumbuh beserta Camat Payakumbuh dengan Perangkat Nagari, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda serta Gapoktanm, disepakati akan kembali dilaksanakan goro bersama nantinya di lokasi tersebut, pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020. (edw)