Razia Tambang Tak Berizin, Satreskrim 50 Kota Amankan Satu Tersangka

oleh

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Jajaran Satreskrim Polres Limapuluh Kota melakukan pemasangan Police Line atau garis Polisi pada satu Alat Berat (ALBER) karena melakukan penambangan illegal (Galian Tanah Uruk) menggunakan satu buah Eskavator di Jorong Gurun Nagari Gurun Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Senin 13 Januari 2020.

Selain melalukan pemasangan Garis Polisi terhadap satu buah ALBER di Jorong Gurun, Tim Reskrim yang langsung dipimpin Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther juga melakukan razia Tambang illegal di Jorong Ketinggian Nagari Sarilamak Kecamatan Harau, namun dilokasi itu itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda aktivitas pertambangan, diduga lokasi tersebut telah ditinggalkan sejak dua pekan lalu.

Selain mengamankan satu buah ALBER, dari razia itu, Polisi (Tim Reskerim.red) juga mengamankan satu orang operator Alat Berat berinisial RS (27) warga Jorong Koto Tangah Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota yang juga pemilik lahan.

” Dari razia Tambang illegal yang kita lakukan didua titik pada Senin kemarin, kita mengamankan satu orang tersangka serta memasang Police Line pada sebuah Alat Berat. Dari dua tempat itu, hanya satu yang masih beroperasi.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi KBO Satreskrim IPTU Army Ariosa, Kasubag Humas AKP Yuhelman dan Dantim Reskrim AIPDA Bainur, Selasa sore 14 Januari 2020.

Anton Luther juga menambahkan, saat melakukan penangkapan alat berat excavator komatsu PC 200 warna kuning tersebut sedang beroperasi (bekerja) melakukan galian terhadap tanah uruk ( tanah timbun), saat itu belum ada mobil yg sedang memuat ( mengangkut) bahan galian tanah tersebut. (Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *