Basri Latief: Ini Sebuah Pengabdian, Menjadi Akhir dari Perjalanan Panjang untuk Kampung Halaman

oleh

TANAH DATAR, dekadepos.com-

Hampir 36 tahun mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara (PNS/ASN) yang meniti karir merangkak dari tangga paling bawah yakni sebagai staf pada Bappeda Provinsi Sumatera Barat di Padang, staf pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Barat di Padang, staf pada Cabang Dispenda Tingkat I/ Samsat di Kota Solok, staf pada Cabang Dispenda Tingkat I Sumbar.

Kemudian pindah ke Samsat Kota Bukittinggi dan meningkat menjadi Kepala Seksi Penagihan Penerimaan pada UPTD Samsat Kota Payakumbuh, Kepala Subag Tata Usaha pada cabang Dispenda Tingkat I / Samsat di Kota Payakumbuh, Kepala Seksi Penagihan Penerimaan pada UPTD Samsat Kota Payakumbuh, Kepala UP PKB BBN-KB Samsat Kabupaten Limapuluh Kota dan berakhir sebagai Kepala UPTD Samsat Kota Payakumbuh dan Kepala  Samsat Kabupaten Limahpuluh Kota, tentu sudah banyak pengalaman birokrasi yang berhasil diperoleh Basri Latief,SH. Dt Majo Basa.

Bahkan, belum genap setahun menikmati masa pensiun, Basri Latief, mencoba terjun ke panggung politik dan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Payakumbuh melalui Partai Hanura dan berhasil terpilih sebagai anggota dewan periode 2014-2019.

Diakui Basri Latief, alasan maju dan mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Tanah Datar, adalah panggilan jiwa karena ingin mengabdi dan memberikan sumbangsih pemikiran, gagasan dan ide untuk membangun kampung halaman, setelah hampir 36 tahun mengabdi di tanah rantau atau kampung orang yaitu Padang, Solok, Bukittinggi, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut putra terbaik Nagari Padang Lawah Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, dan suami tercinta Yunizar Jalal yang juga asli rang Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar ini, 36 tahun mengabdi sebagai PSN dan wakil rakyak, tentunya banyak pengalaman birokrasi yang berhasil diserap, baik ketika mengabdi di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, mulai dari staf biasa sampai menjabat Kepala Samsat di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

“ Alhamdulliah, apabila diberi amanah sebagai Kepala Daerah, bertekad akan “Seayun Selangkah” dengan seluruh elemen masyarakat dan berbagai pihak di pemerintahan termasuk di legislatif untuk membangun Kabupaten Tanah Datar yang Damai dan Sejehtera,” ungkap ayah tercinta 4 orang anak yang sudah masing-masing sudah bekeluarga yakni  drg. Primayanti bekerja di Puskesmas Simpang Tonang, Pasaman, Wiwit Rahmatika, Amd.Kep yang telah bekerja di Karantina Pertanian Kementrian Pertanian Jakarta, Neni Afrienti, S.Kom yang telah bekerja di Samsat Kabupaten Limapuluh  Kota dan  Wenni Sesri, S.PdI, M.A. yang bekerja di SMP 3 Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Diakui Basri Latief, menyatakan diri maju sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati, karena tuntutan banyak tokoh dan para Ninik Mamak di Kabupaten Tanah Datar, utamanya dukungan dari masyaralat Malalo.

“ Jika terpilih sebagai Bupati atau Wakil Bupati, barangkali ini  sebuah ‘Pengabdian’ yang menjadi akhir dari perjalanan panjang untuk sebuah bakti bagi negeri dan kampung halaman Kabupaten Tanah Datar yang kita cintai ini,” pungkas Ketua DPC Partai Hanura Kota Payakumbuh yang juga Ketua Dewan Penasehat Persatuan Warga Tanah Datar (Perwatar) Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. (ds)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *