Jali Hamid yang Habisi Nyawa Istrinya, Peragakan Adengan Ulang

oleh

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Dibawah pengawalan ketat anggota Polres Payakumbuh, adegan ulang atas kasus pembunuhan terhadap seorang wanita cantik pekerja salah satu kafe di Kota Payakumbuh bernama Mutiara Putri (20 tahun) yang tewas ditangan suami sirinya, Jali Hamid ( 32 tahun), berjalan lancar dan aman.

Rekontruksi yang berlangsung di rumah kontrakan yang sebelumnya ditempati pasangan suami istri itu di Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, digelar Kamis (16/1) dipimpin Kasatreskrim Polres Payakumbuh AKP Ilham. Sedikitnya, ada 29 adegan yang diperagakan tersangka Jali Hamid dihadapan penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh, Jaksa Penuntut Umum serta pengacara yang mendampingi tersangka yang penuh tato di sekujur tubuhnya itu.

Menurut AKBP Dony Kapolres Payakumbuh melalui Kasatreskrim AKP Ilham Indarmawan dan Kasubag Humas, Ipda. Aiga Putra, usai rekonstruksi menyebutkan bahwa, adegan yang diperakan tersangka, berawal ketika tersangka dan korban serta saksi pelapor yang tak lain adalah adik kandung korban bernama Muhammad Reza Parichi berada di dalam rumah kontrakan tersebut.

Saat itu adik kandung korban, Muhammad Reza Parichi meminta uang sebesar Rp10 ribu kepada tersangka. Setelah uang diberikan tersangka, adik kandung korban meninggalkan kakak kandungnya dengan tersangka dan pergi ke warnet.

Dalam reka ulang itu terungkap, sebelum maut menjemput korban, dia sedang tidur-tidur di kamar dan terlibat perbincangan dengan tersangka terkait angsuran kredit motor Honda Scoopy yang menunggak.

Ketika itu, tersangka melihat korban sedang asyik main HP dan chattingan dengan lelaki lain. Tersangka curiga dan meminta handphone korban untuk diperiksa.

Diduga merasa sakit hati, korban akhirnya melemparkan ponselnya kepada tersangka dan mempersilahkan untuk diperiksa. Tetapi, sebelum menyerahkan ponsel kepada tersangka, korban sudah menghapus chattingannya itu.

Setelah seluruh chattingan diperiksa tersangka, handphone korban diletakkannya di atas rak TV.
Sedangkan tersangka kembali ke tempat tidur dan duduk membelakangi korban. Korban pun berdiri dari ranjang untuk mengambil ponselnya kembali. Tetapi, tersangka melarang, menghadang korban dan terjadilah pertengkaran yang akhirnya membawa maut itu.

Ketika pertengkaran itu memuncak, korban sempat menempeleng tersangka sebanyak dua kali dibagian leher dan kening. Korban juga mencakar lengan sebelah kiri tersangka.

Karena emosi, tersangka langsung mencekik leher korban dengan kedua tangannya dan mendorong tubuh korban ke tempat tidur.
Meski korban berusaha melawan, namun tak berdaya karena kuatnya cekikan tersangka hingga akhirnya korban lemah dan pingsan.

Foto : Anton Aruan.

Karena korban mengeluarkan suara dan mendekur saat pinsan itu, tersangka mengambil handuk putih untuk menyumpal mulut korban dengan cara diikat. Tak sampai disana, tersangka juga menutup lobang hidung korban dengan lakban bening .

Penganiayaan terhadap wanita cantik itu, terus berlanjut. Saat korban tak bisa bernafas, tersangka mengambil tali plastik dan mengikat kedua kaki dan tangan korban.

Setelah korban tak bergerak, tersangka mencopot dua cincin yang terpasang di jari korban dan mengambil dompet korban yang berisikan uang tunai sebesar Rp375 ribu termasuk ponsel Vivo Y 19.

Tersangka kabur ke rumah orang tuanya dengan mobil Mazda BA 1775 LJ dan naik travel ke Pekanbaru dan ditangkap ketika sedang tidur di Hotel Parma Panam, Kota Pekanbaru, Riau. (Edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *