Apresiasi Wako Dan Tim 7, Warga Minta Penertiban Tidak Tebang Pilih

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Gerak cepat Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Walikota Riza Falepi didampingi Ketua Harian Tim 7, Devitra bersama Asisten I, Yoherman, Danramil 01 Kota Payakumbuh, Kapt. Inf. Joni Forta dan berbagai pihak terkait dalam menyikapi keluhan masyarakat dan mengantisipasi berbagai macam Penyakit Masyarakat (Pekat), tidak saja diapresiasi Anggtoa DPRD Propinsi Dapil V (Payakumbuh dan Kab. 50 Kota) Darman Sahladi, namun juga oleh sejumlah penggiat masalah keagamaan dan sosial, Muhandi Andi Torang termasuk oleh warga Payakumbuh lainnya.

Menurut Masyarakat, upaya penutupan dua buah Cafe yang telah dilakukan Pemko Payakumbuh, Senin 20 Januari 2020 layak didukung dan diapresiasi, apalagi beberapa tahun lalu ribuan masyarakat dari berbagai komponen mendeklarasikan diri sebagai kota dan masyarakat anti atau menolak berbagai Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kota perlintasan Sumbar-Riau yang berjuluk Kota BATIAH itu.

Kota Payakumbuh, menurut Andi harus benar-benar terbebas dari berbagai Penyakit Masyarakat dan Maksiat jika ingin menjadi Kota yang layak dicontoh dan Kota yang Islami. Masih menurut Andi, Walikota Payakumbuh dan Tim 7 tidak boleh tebang pilih dalam melakukan penertiban cafe-cafe atau tempat hiburan malam yang melanggar aturan.

” Atas nama pribadi dan masyarakat, kita apresiasi pak Walikota Payakumbuh dan Tim 7 serta unsur lainnya yang melakukan penutupan terhadap tempat hiburan malam yang melanggar aturan, baik karena jam operasional, izin maupun karena adanya dugaan perbuatan maksiat yang dilakukan. Jangan sampai deklarasi Anti Maksiat/pekat yang dilakukan puluhan ribu masyarakat bebrapa tahun lalu menjadi tidak berarti. Kita juga berharap penertiban yang dilakukam tidak tebang pilih.” Ucap Andi Torang, Senin sore 20 Januari 2020.

Ia juga menambahkan, semoga kedepan berbagai hal-hal yang berbau maksiat dapat terus diantisipasi di Kota Payakumbuh. Selain itu, kedepannya ia juga berharap kepedulian semua pihak bisa terus ditingkatkan sehingga maksiat dapat diantisipasi dilingkungan masing-masing. Salah satunya Pemko Payakumbuh bisa membentuk Pemuda Mesjid untuk menjaga dan mengantisipasi perbuatan maksiat.

Hal yang sama juga diucapkan salah seorang warga Balai Panjang Kecamatan Payakumbuh Selatan, bernama Anwar. Menurutnya, selama ini warga sangat terganggu dengan aktivitas Cafe beranda yang tak jauh dari Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, selain karena bunyi musik dari tempat itu, juga karena dugaan miras yang beredar serta perempuan yang kerap berkeliaran hingga larut malam.

” Kita gembira dengan ditutupnya Cafe ini, sebab sudah sangat meresahkan didaerah ini.” Sebut Anwar.

Sebelumnya diberitakan, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi didampingi Ketua Harian Tim 7, Devitra dan sejumlah pihak terkait melakukan penutupan di dua buah tempat hiburan malam pada Senin siang 20 Januari 2020, selain karena meresahkan, juga karena tidak lagi memiliki izin. Dua tempat hiburan tersebut, Beranda Cafe di Kawasan Balai Panjang dan Cafe Tambak di Kelurahan Sicincin Kecamatan Payakumbuh Timur.

Dari kedua tempat hiburan malam itu, tidak ada satupun pemilik yang berada dilokasi saat dilakukan penutupan. Hanya saja di Cafe Tambak Indah, salah seorang pekerja di cafe itu mempertanyakan alasan penyegelan dan kenapa cafe lainnya tidak ikut disegel/ditutup.(Edw).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *