Akhirnya, Identitas Mayat Mengapung di Singkarak Diketahui

oleh

Agam, dekadepos.com

Akhirnya, mayat laki-laki yang ditemukan Warga mengapung di Danau Singkarak, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok terkuak.

Hal ini diketahui, setelah keluarga korban mendatangi Polres Solok untuk menyatakan bahwa mayat tersebut adalah keluarga mereka.

Adapun identitas mayat bernama Ruli Okvinda alias Ruli (32), warga Perumnas BSD Sago Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan.

Almarhum meninggalkan seorang isteri yang bernama Sri Wahyuni (31), pekerjaan Guru Honorer, dan tinggal di Jorong Asam Kamba Kenagarian Pasar Baru Kecamatan Bayang dan seorang anak yang baru berumur 1 bulan.

Menurut paman korban Junaidi (60) yang datang ke Mapolres Solok dan ke RSU M. Natsir Solok yang tinggal di Jl. Sijujung Rt. 01 Rw 10 Kel. Surau Gadang Kec. Nanggalo Padang, bahwa mayat tersebut adalah keluarga mereka.

“Kami mengetahui identitas mayat dari media sosial dan kami langsung datang ke Solok, ” terang Junaidi. Mereka datang ke Solok bersama 6 orang anggota keluarga.

Junaidi juga menyebutkan bahwa
Pada hari Senin tanggal 20 Januari 2020, korban menderita sakit tipus/panas tinggi dan paru-paru, lalu keluarga merujuk korban ke RSUP M. Jamil Padang.

Kemudian korban di rawat inap. Setelah dirawat, lalu pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 pukul 00.30 Wib, korban keluar ruangan inap RSU M. Jamil tanpa sepengetahuan keluarga yang menunggui/ termasuk pihak Rumah Sakit.

Selanjutnya pihak keluarga baik dari Pesisir Selatan atau Padang, mencoba mencari keberadaan korban, namun tidak ketemu.Lalu pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2020 siang hari, keluarga mendapat informasi dari medsos maupun dari personil Polsek X Koto Singkarak tentang penemuan mayat di danau Singkarak. Setelah itu pihak keluarga mendatangi RSU M. Natsir Solok untuk memastikan identitas korban.

“Dan ternyata itu benar keluarga kami. Kami menyampaikan terimakasih kepada Polresta Solok dan Poksek Singkarak serta semua pihak yang sudah membantu menemukan keluarga kami, meski sudah menjadi mayat, ” sebut Junaidi.

Salah seorang keluarga korban, yakni
Irfan Aulia (29) yang menjadi tenaga honorer di kantor Camat Padang Utara, bahwa pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 sekura pukul 19.00 Wib, bahwa dirinya bersama rombongan Camat Padang Utara pulang dari Bukit Tinggi menuju Padang, melalui Danau Singkarak. Saat itu dirinya melihat korban berjalan sendirian di pinggir danau Singkarak (dekat TKP) dengan kondisi sempoyongan dan memegang perut.

Namun karena saksi ragu bahwa itu korban atau saudaranya yang lari dari RSUP M. Jamil Padang, dan saksi tidak berhenti walaupun rombongan menyarankan untuk putar balik melihat korban.

Pihak keluargapun menerima dengan iklas keadaan mayat korban dan tidak bersedia di otopsi dengan membuat surat pernyataan.Selanjutnya mayat korban di serahkan ke pihak keluarga utk dibawa ke Pesisir Selatan (jarbat)