Ngelem, Lima Remaja Kena Ciduk Satpol-PP Payakumbuh

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Tengah asyik ngelem (Menghisap lem.red) lima orang remaja diciduk Satpol-PP Kota Payakumbuh di sebuah jembtaan di Kelurahan Sungai Durian Kecamatan Lampasi Tigo Nagari (Latina) Kota Payakumbuh, Minggu sore 26 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 Wib. Usai dijaring Penegak Perda itu, kelima remaja itu dibawa ke Markas Satpol-PP di ex. Kantor Balaikota Payakumbuh di Bukik Sibaluik Kelurahan Balai Panjang.

Kepada penyidik Satpol-PP Payakumbuh, Ricky Zaindra, kelima remaja tersebut mengakui bahwa mereka mengaku kerap dan telah terbiasa menghisap lem, bahkan diantaran mereka ada juga yang pernah mengkonsumi Narkoba jenis sabu-sabu.

Parahnya, dari pengakuan mereka juga disebutkan bahwa kedai/toko tempat mereka membeli lem seakan telah mengetahui kebiasaan para remaja tersebut, sebab penjual lem juga tak sungkan memberikan kantong plastik yang akan digunakan untuk menuang lem sebelum dihisap.

Usai menjalani pemeriksaan, pembinaan dan dipanggil orang tuanya, kelima remaja yang putus sekolah tersebut membuat surat pernjanjian/pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatan mereka.

“ Iya, kemarin kita menjaring/ciduk lima orang remaja yang tengah asyik menghisap lem (ngelem.red) disebuah jembatan di Kecamatan Latina. Usai dijaring, kelimanya kita bawa ke Kantor Satpol-PP untuk menjalani pembinaan dan pemeriksaan. Kepada orang tuanya saat menjemput anak-anaknya kita sarankan untuk membawa anak mereka untuk menjalani rehabilitasi karerna telah kecanduan lem.” Sebut Kasatpo-PP Kota Payakumbuh, Devitra didampingi Penyidik Satpol PP Ricky Zaindra, Senin 27 Januari 2020.

Ketua Harian Tim 7 (Tim gabungan Penegak Perda.red) itu juga menambahkan, kelima remaja tersebut telah melanggar Perda Kota Payakumbuh nomor 10 tahun 2015 tentang Larangan Penyalahgunaan Fungsi Lem. Sementara terkait penjual lem, Devitra meminta lebih selektif lagi dalam menjual lem, sebab lem yang dibeli oleh anak-anak atau remaja kerap disalahgunakan.

“ Kita minta agar kedai/toko yang menjual lem, untuk lebih selektif lagi dalam menjual lem mereka kepada pembeli. Dan tidak menjual kepada anak-anak atau remaja yang dicurigai akan menyalahgunakan lem.” Tutupnya. (Edw).