Terkait Kasus Pengrusakan Mangrove, Wabup Pessel Dituntut 4 Tahun Penjara

oleh
Ist
Ist

Pesisir Selatan, dekadepos.com

Pada sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan jaksa yang digelar di Pengadilan Negeri Klas I A Padang, terkait kasus dugaan pengrusakan hutan lindung dan penimbunan hutan bakau (mangrove) di sekitar sempadan kawasan pantai Mandeh, Kecamatan Koto XI, Pesisir Selatan, pada 2016 lalu.

Terdakwa, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat Rusma Yul Anwar, dituntut jaksa dengan hukuman empat tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Heru Saputra Cs meminta agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, dan menjatuhkan hukuman selama empat tahun.

Jaksa menuntut terdakwa dengan pasal 98 dan pasal 109 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp5 miliar subsider 12 bulan kurungan.

Dalam pertimbangan jaksa disebutkan hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya telah merugikan negara karena adanya kerusakan ekosistem tanaman mangrove beserta flora dan fauna di sekitar sempadan kawasan pantai Mandeh.

Sementara hal yang meringankan karena terdakwa menyesali perbuatannya, melakukan pemulihan atas kerusakan, dan belum menikmati hasil dari perbuatan pidana yang didakwakan.

Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa yang hadir ke persidangan mengenakan atasan kemeja kotak-kota akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis pada sidang berikutnya.

“Kami akan mengajukan pembelaan tertulis pada sidang berikutnya,” kata Rusma Yul Anwar yang saat sidang didampingi penasehat hukum dilansir dari prokabar. com

Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim dengan hakim ketua Gutiarso, akan dilanjutkan pada minggu depan untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa. (*)

Source: Prokabar