Korban Percobaan Penculikan Anak di 50 Kota Lapor Polisi, Begini Penjelasannya

oleh

LIMAPULUH KOTA, Dekadepos.com

Warga Kabupaten Limapuluh Kota diresahkan kasus percobaan penculikan anak di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, pada Selasa (11/2).

Hal ini menyusul postingandi halaman media sosial Facebook atas nama Poppy Darso. Anak tersebut diketahui bernama Kharinza Puti Yudia, siswa Kelas I SD Negeri 01 Sarilamak.

Dalam postingannya pada Selasa 11 Februari 2020 sekitar pukul 6.55 PM ditulis;

“Tuk smua orng tua yg mempunyai ank di sklh SD harap hati2.penculikan ank udh sampai di payakumbu, tepat na di tanjng pati, Sd purwajaya. Ank sya nyaris jd korban. Ank sya di bujuk bli es n jln2,untung ank sya g mw ikut,
Si penculik nyaris narik ank sya tp alhamdulilah ank sya g dapet, n tas nya putus. Si penculik pke mobil avanza putih, kta ank sya tampang na kek preman. Ini bkn hoax, krn terjdi td siang di Sd purwajaya. Kta ank sya pelaku membawa pisau, krn liat pisau t ank sya takut n lari. Qta ja yg kerj sma klw ad yg mencurigakn di lingkungn sklh lngsng di tindak, dri pda ank qta hlng”.

Hingga Rabu sore postingan tersebut terlihat disukai 147 kali, 143 komentar dan 879 kali dibagikan.

Media ini mencoba menemui orang tua korban percobaan penculikan tersebut, saat ditemui di kediamannya di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, orangtua Kharinza Putri Yudia, Oktaviana Puspita Sari, menceritakan kejadian yang dialami putrinya itu.

Ia membenarkan , pada Selasa (11/2) sekitar Pukul 16.00 sore di parkiran Sepeda di depan sekolahnya saat hendak pulang, nyaris menjadi korban penculikan anak. Bahkan Tali Tas warna Ping yang disandangnya, putus akibat ditarik pelaku.

“Memang iya, ada seorang laki-laki mendatangi anak Saya di tempat parkir sepedanya di depan Sekolah SD Negeri 01 Sarilamak. Ketika itu anak Saya hendak pulang sekolah pukul 16.00 Wib. Dia memang Masuk siang pukul 12.30 Wib. Dan hari itu, anak saya pulang lebih awal dari lokal lainnya, dan kondisi saat itu sepi ” cerita Oktaviana.

Dari ketrangannya, pelaku menggunakan Mobil Avanza putih tanpa plat nomor. Dan memang Mobil Avanza itu terparkir dipinggir jalan tidak jauh dari lokasi, dan itu terlihat oleh saksi dan Kharinza.

Kharinza Putri Yudia, juga menceritakan kalau ada seseorang yang mendatanginya dan membujuknya dengan eskrim, jalan-jalan, dan dipegangnya hingga ditarik tasnya sampai putus.

“Ditawari eskrim, dibilang tidak. Kemudian dia ajak jalan-jalan, ditolak, dipegangnya dan ditariknya tas sampai putus,” cerita Khanriza bercerita.

Saat ini kasus percobaan penculikan anak tersebut sudah dilaporkan kepada Polsek Harau. Dengan nomor laporan Polisi TBL/12/II/2020/Res 50 Kota/Sek Harau. Laporan diaterima KA.SPKT AIPTU Gokma Jon, F.C.

“Tadi sudah kita laporkan, Juga sudah memberikan keterangan , sesuai dengan cerita yang diperoleh dari anak saya dan saksi yang melihat kejadian itu,”sebutnya. (edw)