Pelaku Mesum Siang Bolong Di Payakumbuh Divonis 10 Hari Kurungan

oleh

Payakumbuh, Dekadepos.com

Agung Dermawan, SH Hakim Tunggal Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh yang menyidangkan perkara perbuatan yang mengarah ke perzinahan yang diduga dilakukan sepasang anak manusia berinisial KF (31) tinggal di Balai Gurun dan kekasihnya RFA (33) di Kelurahan Koto Kaciak Kubu Tapak Rajo atau di Kawasan Komplek Gelanggang Kubu Gadang, Sabtu 14 Maret 2020, menjatuhkan vonis kurungan dan denda bagi kedua tersakwa.

Sidang tersebut digelar di ruang sidang utama PN Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV Kecamatan Payakumbuh Barat, Jumat pagi 20 Maret 2020. Selain dihadiri kedua terdakwa, juga hadir Kasat Pol-PP Payakumbuh dan Damkar, Devitra, Sekretaris Satpol-PP, Erizon dan dua orang Kuasa Penuntut, Ricky Zaindra serta Syafriadi.

Sebelum menghadirkan kedua terdakwa yang diduga melanggar Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat, kuasa penuntut umum menghadirkan dua orang saksi yang merupakan warga disekitar lokasi kejadian.

Dalam sidang tersebut, Hakim memvonis terdakwa RFA dengan Vonis Denda 1 juta rupiah subsider kurungan 7 hari serta diharuskan membayar biaya perkara 1000. Sementara terdakwa KF yang terbukti bersalah itu divonis kurungan 10 hari dan membayar biaya perkara 1000 rupiah.

Atas vonis tersebut, kedua terdakwa tidak bisa mengajukan banding ataupun kasasi.

Sementara Kasatpol-PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Devitra berharap vonis serta perkara-perkara Tipiring yang dibawa ke Pengadilan bisa membuat pelaku atau pelanggar jera. Sehingga Pekat bisa berkurang di Payakumbuh.

” Untuk pelaku pelanggar Perda sudah sejak tahun 2017 lalu kita ajukan ke Pengadilan, meski beberapa tahun sebelumnya juga telah ada, namun baru tahun 2017 pelaku yang divonis dengan kurungan. Kita berharap hal ini bisa membuat mereka jera. Sebut Devitra didampingi Erizon, usai persidangan.

Devitra juga menambahkan, beberapa perkara yang palanggarnya “diseret” ke Pengadilan, diantaranya, PKL yang melanggar aturan, pelaku asusila dan penjual Miras. (Edw).