3 Pelaku Pencemaran Nama Baik Mulyadi Ditangkap, Saksi Pelapor Apresiasi Polda Sumbar

oleh -1.088 views

BUKITTINGGI, dekadepos.com-

Di media sosial saat ini tengah marak kasus hukum yang berhubungan dengan tehnologi, yaitu kasus penghinaan, ujaran kebencian maupun pencemaran nama baik.

Hal ini disebabkan semakin bebasnya masyarakat dalam mengekpresikan pendapatnya melalui internet dalam hal ini media sosial.

Seperti halnya dalam rentang waktu beberapa bulan ini, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat mengungkap kasus ujaran kebencian atau pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi yang dilakukan oleh akun bodong Mar Yanto. Dan saat ini, tiga tersangka pembuat serta operator akun palsu yang melakukan fitnah telah ditangkap Tim Siber Polda Sumbar.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pihaknya melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) telah melakukan upaya berupa penangkapan terhadap tiga orang. Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari penyidik atas laporan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian anggota DPR RI dapil Sumbar II Mulyadi dan korban lain.

Pelaku masing-masing “ES” seorang PNS di Kab.Agam,pembuat akun palsu, “Rz”, swasta, yang mengoperasikan akun palsu serta “ Rb”,yang melakukan koordinasi degan “ES” dan “Rz” untuk pembuatan akun palsu tersebut. Dua ditangkap di Kab. Agam dan satu di Kota Padang, pada hari Rabu (17/6), Kata Kombes Pol Satake Bayu.

Salah satu pelapor dari akun bodong Mar Yanto tersebut yaitu Refli Irwandi (40), mengapresiasi atas keberhasilan Polda Sumbar mengungkap dan menangkap para pelaku tersangka ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui media sosial yang ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih saya ucapkan untuk Polda Sumbar karena telah menangkap pelaku ujaran kebencian terhadap tokoh pemimpin kita yang kami cintai, pak Mulyadi. Semoga dengan terungkapnya kasus ini, menjadi pelajaran bagi kita semua,” kata Refli Irwandi.

Hal senada juga diungkapkan Joni Hendra (Pelapor) dalam akun Facebooknya yang diunggah dalam akun miliknya, Joni Hendra Jambak. Dalam postingan yang di unggah pada Kamis pukul 13.32 Wib siang itu, Joni sempat menulis rasa puasnya karena pelaku akun Facebook Mar Yanto (Bodong) telah ditangkap.

“Setiap perbuatan ada sanksinya, dan setiap tindakan buruk, ada “karma” yang menunggu. Kali ini baru tiga kroco-kroco yang ditangkap, mudah-mudahan dalam waktu dekat pihak Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat juga menangkap otak pelaku dibalik Akun Bodong/abal-abal MAR YANTO, si tukang fitnah.

#BravoDitreskrimsusPoldaSumbar.#AkhirnyaMaryantoMasukBui” ungkapan Joni Hendra (41),pelapor yang  ikut mendapatkan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik oleh akun bodong Mar Yanto tersebut.

Begitu juga dengan pelapor Helmon Datuak Hitam (52), juga mengungkapkan apresiasinya terhadap pihak Polda Sumbar.”Saya sangat mengapresiasi Tim Siber Pol da Sumbar karena telah mengungkap pelaku pemilik akun Facebook (Bodong) atas nama Mar Yanto tersebut,” terang Helmon Datuk Hitam.

“Selain itu, sukses dan lancarnya penangkapan pelaku ini, tentu  tidak lepas juga dari bantuan Allah SWT, oleh karenanya perlu kita panjatkan puji dan syukur,” imbuhnya.

Bagi tiga orang pelapor ini,Refli Irwandi,Joni Hendra jambat dan Helmon Dt. Hitam selaku pelapor menyebutkan, pengungkapan pelaku dibalik akun bodong Mar Yanto merupakan hal yang dinanti-nantikan. Pasalnya, akun tersebut sudah lama membuat resah masyarakat dengan menyebarkan ujaran kebencian, berita palsu, fitnah ataupun hoax.

Sejauh ini ucapan terima kasih dan apresiasi terus mengalir dari para korban kepada Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Toni Harmanto, M.H. melalui jajaran Ditreskrim sus Subdit V telah berhasil membongkar akun facebook palsu atas nama Mar Yanto.

“Selaku korban kami berharap agar penyidik Polda Sumbar mengusut tuntas dan tidak ragu menangkap intelektual leader atau dalang postingan di akun bodong Mar Yanto itu. Sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi disuguhi informasi bohong seperti yang telah terjadi,” pungkas ketiga pelapor tersebut.(Edis)