Bawaslu Kota Payakumbuh Gelar Sosialisasi Pengelolaan Data dan Informasi Publik

oleh -78 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com –

Dalam rangka memaksimalkan kinerjanya, utamanya terkait tentang keterbukaan informasi publik, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh menggelar sosialisasi Pengelolaan Data dan Informasi Publik melibatkan sejumlah wartawan yang bertugas di daerah ini.

Semua warga negara sesuai UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dapat mengakses informasi pengawasan pemilu di kanal informasi yang disediakan Bawaslu mulai dari Yuo Tube, Facebook, Instagram, twitter dan website resmi Bawaslu ditambah dengan telah dilauncingnya E-PPID Bawaslu Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat.

“Sejalan dengan UU Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi. Kita berharap semoga dengan informasin yang disebarkan melalui E-PPID akan lahir tras atau kepercayaan publik,” sebut Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh, Muhammad Khadafi, dalam sosialisasi E-PPID di Kantor Bawaslu Kota Payakumbuh di Jalan Rasuna Said, Kota Payakumbuh, Jumat (12/11) siang kepada wartawan.

Turut hadir menjadi pemateri Komisioner Bawaslu Kota Payakumbuh, Suci Wildanis, S.Sos, Meidona dan Koordinator Sekretariat Bawalu Kota Payakumbuh, Rinaldi dan staf anggota sekretariat dan undangan yang hadir.

“Alhamdulillah Bawaslu sudah membuat E-PPID, dalam rangka mempermudah informasi kepada semua pihak. Dan, Insya Allah akan disebarkan dikanal-kanal di ruang publik. Meski begitu, tetap ada pengecualian, terutama terkait informasi personal sampai status akhir atau temuan selesai,” ucap Khadapi yang dikenal dekat dengan awak media ini.

Disampaikannya, ketika kanal informasi tidak lancar akan dapat menimbulkan berbagai persepsi dari semua pihak. Dengan begitu Bawaslu Kota Payakumbuh sejak awal selalu terbuka dengan semua pihak terkait informasi pengawasan.

“Harapan kami keterbukaan informasi ini dapat saling tukar informasi. Sehingga dapat dilakukan pencegahan atau tracking terkait informasin yang disampaikan,” ujarnya.

Dari banyak proses yang dilakukan, sebut Khadafi, pihaknya terus akan melakukan sosialisasi kepada semua pihak dan elemen masyarakat. Sehingga kedepan akan disampaikan kepada semua elemen agar memiliki informasi yang sama. “Di Payakumbuh, memang ruang lingkup tidak terlalu besar hanya Lima kecamatan dan semua daerah sudah terjangkau internet,” jelasnya.

Koordinator Devisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kota Payakumbuh, Suci Wildanis, S Sos, menyampaikan terkait informasi publik. Dikatakannya, seluruh informasi publik dapat diakses. Hanya saja ada informasi yang dikecualikan dan informasi yang wajib disampaikan kepada publik dan sesuai klasifikasi.

“PPID kita sudah satu pintu. Sehingga publik dapat meminta informasi terkait data-data yang dibutuhkan. Namun ada informasi yang dikecuakikan. Tetapi proses pengawasan sudah terhimpun dalam E- PPID,” ucapnya.

Menurutnya, tidak ada syarat bagi publik untuk mendapatkan informasi. Hanya saja harus melakukan permohonan informasi secara tertulis kepada atasan PPID. Bahkan pemohon bisa mengajukan keberatan kepada PPID dengan catatan PPID menolak memberikan informasi. Permintaan informasi tidak ditanggapi dan tidak sesui dengan permintaan. Dan melebihi waktu yang diberikan dalam masa 10 hari.

Untuk Indonesia, Bawaslu Sumbar yang pertama launching E-PPID. Dan mensingkronkan dengan Bawaslu se-Sumatera Barat. “Kita juga punya kanal informasi seperti You Tube, Facebook, Twitter, Intgram dan Situs. Semua kini ada di genggaman,” sebutnya. (ds)

No More Posts Available.

No more pages to load.