73 Tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Sungai Pangalek Belum Menikmati Listrik

SOLOK, Dekadepos.com – Sudah 73 Tahun lebih negara Republik Indonesia merdeka, namun masih banyak nagari atau desa yang belum disentuh aliran listrik, jaringan telekomonikasi, siaran televisi atau internet.

Selain di Tigo Lurah, salah satu kampung di Kabupaten Solok yang sampai saat ini masih belum menikmanti arti kemerdekaan itu adalah, masyarakat Teratak Baru Jorong Sungai Pangalek, Nagari Sarik Alahan Tigo, Kecamatan Hiliran Gumanti.

Bacaan Lainnya

Di Sungai Pangalek ini, masyarakatnya harus bersabar dan bertahan dengan tradisi lampu tempel atau orang di sana menyebutnya lampu togok alias pertromak.

Padahal, keinginan mayoritas masyarakat Sungai Pangalek, sangat mendambakan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa mengembangkan sayapnya ke sana.

Termasuk, untuk tower seluler, yang mana dua nagari di Hiliran Gumanti, Sariak Alahan Tigo dan Sungai Abu, masih belum bisa orang menggunakan indahnya berkomunikasi dengan sanak saudara yang ada di luar nagari setempat.

“Sejak Indonesia merdeka, atau mungkin sejak dunia terkembang, kami di sini masih belum bisa menikmati listrik, menggunakan alat komonikasi Handphone atau melihat siaran televisi karena listrik belum masuk,” tutur Syafrizal Dedi (40), warga Taratak Baru, Minggu malam (11/11), ketika berbincang dengan wartawan di kediamannya.

Seperti halnya Syafrizal, harapan yang sama juga disampaikan seluruh masyarakat setempat, bahwa diharapkan pemerintah membantu memfasilitasi agar PLN dan tower seluler bisa masuk ke Taratak Baru.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Efdizal Mandaro Sutan, permohonan agar listrik bisa masuk dan juga berdirinya sebuah tower seluler di Sariak Alahan Tigo, memang sudah lama didambakan masyarakat. Bahkan, surat permohonan ke pihak terkait dari pemerintah nagari sudah beberapa kali diajukan.

“Ya sampai saat ini satupun belum terealisasi dan masyarakat sangat menunggu agar PLN dan pihak Indosat atau Telkomsel bisa mensurvei ke sini untuk bisa merealisasikan listrik dan tower seluler sebagai alat komunikasi tersebut,” terang Efdizal yang juga mantan Walinagari Sariak Alahan Tigo, yang saat ini mencoba maju menjadi Caleg dengan tujuan ingin membangun nagari dan kampung halamannya (jarbat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *