Ada Nuansa Eropa, Korea dan Jepang di Kampuang Sarosah

oleh -628 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Objek wisata Lembah Harau yang berada di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat, sudah lama terkenal sebagai salah satu kawasan wisata alam nan indah,unik dan menakjubkan.

Betepa tidak, sepanjang jalan menuju kawasan Lembah Harau, mata para wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam persawahan penduduk yang membentang luas pada bagian kiri- kanan jalan.

Setelah disuguhkan pemandangan keindahan alam, pelancong juga akan disuguhkan pemandangan nan unik dan menawan yakni bukit batu cadas yang menjulang tinggi mengelilingi kawasan objek wisata Lembah Harau.  

Keunikan Lembah Harau tak hanya terletak pada pemandangan tebing cadas yang curam berwarna kemerah-merahan dan air terjunnya yang terus mengalir memberikan kesejukan. Namun,  kawasan wisata Lembah Harau ini semakin menarik untuk dikunjungi, karena adanya kawasan wisata baru bernama Kampuang Sarosah menawarkan nuansa ala luar negeri yakni Kampung Eropa yang menghadirkan miniatur terkenal di dunia seperti Menara Eiffel, Menara Pisa Roma, Jembatan San Fransisco, Big Ben London, dan beberapa tempat terkenal di Eropa lainnya.

Tak hanya itu, di kawasan Kampuang Sarosah yang memiliki spot bangunan Rumah Gadang sebagai tempat penginapan, ini juga memiliki spot unggulan lain.

Kini, Kawasan Kampuang Sarosah seluas 10 hektare ini, juga kembali menghadirkan theme park baru yaitu Kampung Korea Jepang. Pasca dibukanya kembali kawasan wisata Lembah Harau oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, pasca pandemi covid-19 memasuki era new normal baru, kawasan wisata Lembah Harau benar-benar menyedot perhatian penggunjung untuk datang berlibur ke objek wisata Lembah Harau menuju dunia itu.

Lembah Harau semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik, ketika pengelola objek wisata Kampuang Sarosah membangun spot baru yakni Kampung Korea dan Jepang.

Spot baru Kampung Korea dan Jepang ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, karena menghadirkan sebuah nuansa seolah-olah para pengunjung sedang berwisata di luar negeri yakni Kampung Korea dan Jepang.

Seorang pengunjung domestik, Fabelani Prilitya, yang datang berlibur bersama mama tercintanya, Reflita Idrus mengaku kagum dengan keindahan objek wisata Lembah harau.

“Sejak hadirnya spot wisata baru yakni Kampung Eropa, Kampung Korea dan Kampung Jepang di kawasan wisata Kampuang Sarasah, objek Lembah Harau benar-benar menjadi  kawasan wisata menuju dunia,” ungkap Fabel berkomentar.

Dara cantik mahasiswi Universtitas Islam Riau ini juga mengakui bahwa, ide melahirkan spot wisata ala luar negeri di kawasan objek wisata Lembah Harau, tak hanya berhasil memancing minat wisatawan manca negara, namun wisatawan domestik juga tertarik untuk berkunjung ke Lembah Harau.

Terbukti, pasca dibukanya kembali objek wisata Lembah Harau, pasca pandemi covid-19 menuju tatanan new normal baru, kawasan wisata Lembah Harau benar-benar padat diserbu pengujung untuk berwisata.

“Pengunjung yang datang ke Lembah Harau tak hanya dari pulau Jawa, namun wisatawan domestik seperti dari Pekanbaru, Sumut, Padang, Bukittinggi, dan sejumlah daerah lainnya di kawasan Propinsi Sumatara Barat juga berjubel datang ke Lembah Harau, utamanya ke Kampuang Sarosah. Di kawasan wisata Kampuang  Sarosah, para wisatawan bisa mengabadikan kenangannya untuk berfoto ria di spot foto seperti Rumah Gadang, Kampung Eropa, Kampung Korea Jepang, dan latar belakang tebing Lembah Harau nan indah menawan.

Fabel mengakui bahwa, tiket masuk ke objek wisata Lembah Harau cukup terjangkau oleh masyarakat. Khusus untuk masuk kawasan Kampuang Sarosah, ada 2 tiket masuk yaitu tiket satuan dan tiket terusan.

“Untuk tiket satuan, masuk Kampung Sarosah dikenakan biaya Rp5.000 dan untuk masuk Asian Heritage atau Kampung Korea Jepang dan Kampung Eropa dikenakan Rp15.000 masing-masingnya. Kalau tiket satuan ini ditotalkan menjadi Rp35.000. Namun untuk tiket terusan, pengunjung cukup membayar Rp30.000 agar bisa masuk Kampuang Sarosah, Kampung Eropa, dan Kampung Korea Jepang serta hemat Rp5.000.,” ” ungkap mahasiswi UIR berwajah cantik  yang suka berswa foto ini.

Diakui Fabelani Prilitya, untuk anak-anak di bawah 7 tahun, tidak dikenakan biaya tiket masuk. Tapi untuk menikmati wahana lain seperti main sepeda air, main sampan, panahan, sewa kostum, piknik, penginapan, aula pertemuan, dan kalau acara outbound juga bisa, team building dan camping akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan tarif masing-masing wahana.

Kehebatan objek wisata Lembah Harau, ulas Fabelani dan dibenarkan oleh mamanya, Reflita Idrus, tak hanya terletak pada keindahan alam nan menakjubkan dunia.

Khusus di Kampung Sarosah, selain menikmati suasana Lembah Harau dengan berbagai wahana dan spot menarik, pengunjung juga dapat melakukan wisata edukatif dengan mengunjungi wisata petik stroberi yang terletak di sisi kiri pintu masuk kawasan Kampuang Sarosah.

“ Intinya, jika anda penyuka dunia wisata, sungguh rugi rasanya kalau tidak berkunjung ke Lembah Harau, objek wisata alam yang juga terkenal dengan sebutan Green Canyon ala Sumatera Barat,” pungkas Fabel memberikan garansi. (doddy sastra)