Anggaran Dialihkan, Realisasi Pokir di Kecamatan ABTB Terpaksa Ditunda

oleh -253 views
H.Syaiful Efendi, anggota DPRD Bukittinggi
H.Syaiful Efendi, anggota DPRD Bukittinggi

Bukittinggi, dekadepos.com

H.Syaiful Efendi anggota DPRD Kota Bukittinggi dari  Fraksi PKS meminta maaf kepada warga Kec. Aua Birugo Tigo Baleh (ABTB) dan Pengurus Mushalla, karena Pokok Pikirannya (Pokir) tahun 2019  sebesar Rp.800 juta yang direalisasikan tahun 2020 terpaksa ditunda pelaksanaannya tahun 2021. Karena anggaran tahun ini diserahkan kembali kepada Pemerintah Kota Bukittinggi untuk penanganan Virus Covid-19.             

Hal itu diungkapkan H.Syalful Efendi kepada Dekadepos, Jumat (10/4). Dikatakan, untuk Pokirnya selaku anggota DPRD dari Dapil Kecamatan Aua Birugo Tigo Baleh (ABTB), tahun 2019 yang direalisasikan pada tahun 2020 untuk Pembangunan ruang Kelas baru, Hibah ke Mushalla, MDA, Bedah Rumah, Pencoran jalan Lingkung dan Pengadaan alat Drumband berikut dengan seragamnya dengan anggaran Rp.800 juta.           

Karena saat ini, pemerintah Kota Bukittinggi membutuhkan anggaran yang cukup besar dalam Penanganan Virus Covid-19. Makanya Pokir kami itu dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan pelaksanannya digeser pada tahun 2021. Artinya, apa yang menjagi rencana kegiatan yang akan dilaksabakan melalui Pokir kami itu, akan tetap dilaksanakan dan diprioritaskan pada tahun 2021. kata Syaiful Efendi .           

Untuk itulah, kami minta maaf kepada Masyarakat dan pengurus Mushalla  serta Pengurus Drumband yang berada di Kec. ABTB atas penundaan pelaksanaan Pembangunan melalui Pokir kami. Dengan pengalihan dana pokir tahun ini, tentu diharapkan Pemerintah Kota Bukittinggi dapat memamfaatkannya untuk penanganan Covid-19, tentunya dengan harapan wabah ini cepat pergi dari Kota Bukittinggi dan masyarakat dapat beraktivitas normal kembali, ujar Politisi PKS itu.           

Disamping pengalihan Pokir pribadinya, menurut Syaiful Efendi , Kebijakan Parat juga memotong gaji setiap anggota DPRD dari PKS sebesar 20 porsen dari gaji anggota Dewan. Dan gaji yang dipotong itu juga dimamfaatkan untuk membantu masyarakat yang terimbas Covid-19 ini, tambah H.Syaiful Efendi.(Edis)