Antisipasi Ancaman dan Teror, Polres 50 Kota Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -57 views
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo.

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Mengantisipasi Ancaman dan Teror terhadap Pihak Kepolisian di Polres Limapuluh Kota seperti yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia jelang peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 2020 mendatang. Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo menghimbau jajarannya hingga ke Polsek-Polsek di daerah perbatasan Sumbar-Riau untuk meningkatkan kewaspadaan, sehingga berbagai potensi ancaman dan teror baik terhadap pihak kepolisian dan masyarakat bisa diantisipasi sejak dini.

Selain itu, AKBP. Sri Wibowo juga terus mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli dan lebih peka terhadap indikasi-indikasi adanya kelompok-kelompok radikal yang berada di sekitar mereka. Tidak itu saja, masyarakat juga dihimbau untuk melaporkan orang-orang baru yang tidak dikenal ke aparatur pemerintahan, baik jorong, nagari camat maupun pihak kepolisian, sehingga antisipasi berbagai macam ancaman dan gangguan Kamtibmas bisa dilakukan.

Sejauh ini menurut Kapolres, tidak ada indikasi kelompok radikal kiri (RAKI) maupun radikal kanan (RAKA) didaerahnya. Meski begitu, kepedulian semua pihak terhadap berbagai ancaman tetap diperlukan.

Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol. Efrizal saat melakukan pemeriksaan di Pos Penjagaan Polres setempat.

“ Yang jelas untuk prosedur tetap (Protap) di Polres Limapuluh Kota tetap mengikuti protap sebelumnya. kita mengingatkan kembali personil untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Kita juga ingatkan personil untuk menggunakan kekuatan sesuai dengan protap, utamakan pola komunikasi, tangan kosong, senjata tumpul, baru tindakan terukur dengan senjata api.” Sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo Selasa siang 23 Juni 2020 di Mapolres yang berada di kawasan ketinggian Tanjung Pati.

Peranan dari masyarakat dari berbagai unsur juga menjadi hal yang sangat penting dalam mengantisipasi berbagai ancaman dan teror, tidak saja terhadap Polisi namun juga pada masyarakat itu sendiri.

“ Iya, peranan masyarakat dari berbagai unsur menjadi hal yang tidak kalah penting dalam mengantisipasi berbagai ancaman dan teror.” Ucapnya.

Sebelumnya, dikutip dari beritasatu.com Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, mengingatkan adanya peningkatan aksi teror menjelang hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020 mendatang. Aksi teror akan menyasar ke sejumlah markas kepolisian yang ada di seluruh Indonesia.

“Menjelang hari Bhayangkara 1 Juli 2020 akan banyak teror menyasar ke aparat polisi karena polisi adalah alat negara yang dianggap punya wewenang untuk menangkap para pelaku teror. Di dalam kelompok mereka dianggap mujahid,” kata Ken Setiawan, di Jakarta, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, sasaran para teroris sebenarnya adalah Dendus 88. Namun karena yang mereka (kelompok teroris) tahu bahwa Densus adalah polisi, maka kantor polisi dan anggota polisi menjadi sasaran. Seperti pada penyerangan Wakapolres Karanganyar yang merupakan mantan Napiter bom Thamrin kelompok Bahrum Naim. (Edw).