Astaga, Gara-gara Tangisan, Ayah Tiri Bunuh Anak di Pekanbaru

oleh -257 views

Peristiwa, dekadepos.com

Hanya gara-hara tangisan, seorang bapak tiri bernama Harisman (30) tega menghabisi nyawa bocah berusia 18 bulan. Bahkan, ia mengahabisi nyawa anaknya dengan sadis. 

Berapa jam usai melakukan pembunuhan, akhirnya Tim gabungan Polresta Pekanbaru dan Polsek Bukitraya menangkapnya. Saat ditangkap ia sempat melakukan perlawanan hingga akhirnya dihadiahi timah panas di kakinya. 

Kejadian ini terjadi di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru,  pada Rabu (3/5/2020) dini hari. 

Menurut Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Nandang Mu’min Wijaya mengatakan aksi pelaku dipicu karena tak suka mendengar korban menangis Pasca menikah berapa waktu lalu, 

pelaku tak suka mendengar korban menangis. Tak jarang korban dipukul agar diam karena dirasa mengganggu waktu istirahatnya di rumah.

“Waktu penganiayaan juga didengar oleh tetangga korban dan disaksikan istri pelaku atau ibu korban,” kata Nandang, Kamis petang, 4 Juni 2020.

Saat itu, tetangga mendengar ada benturan keras di dinding rumah pelaku. Diduga, pelaku membenturkan kepala korban ke dinding karena kala itu ada tangisan.

Hanya saja, para tetangga tak menghiraukan. Kemudian, ibu korban keluar dari rumah mengejar pelaku disertai teriakan minta tolong sehingga para tetangga keluar.

Tetangga melihat pelaku pembunuhan itu pergi meninggalkan rumah sementara ibu korban menangis. Kemudian, ibu korban meminta para tetangganya memeriksa keadaan anaknya yang terbujur kaku di ruangan tengah.

“Saat diperiksa ternyata sudah tak bernyawa, ada beberapa luka lebam,” kata Nandang.

Ibu korban menceritakan, pelaku sebelum kejadian menggendong korban ke kamar mandi lalu memasukkannya ke bak penuh air. Hal itu dilakukan karena pelaku kesal korban sering menangis dan rewel di tengah malam.

Bukannya diam, tangis korban semakin menjadi-jadi karena kesakitan. Pelaku kemudian menenggelamkan kepala korban di bak itu lalu mengangkatnya ke kamar tidur.

Karena tangisan korban belum berhenti, pelaku makin nekat. Dia membenturkan kepala korban ke dinding kamar meski telah dilerai oleh istri atau ibu korban.

“Setelah itu, pelaku menginjak dada korban dan mengancam istrinya agar tak menceritakan ke orang lain,” sebut Nandang dikutip dari liputan6

Setelah itu, pelaku keluar dari rumah dengan alasan mencari pinjaman uang untuk mengobati korban. Namun ini hanya akal-akalan pelaku untuk melarikan diri karena tahu anak tirinya tak bernyawa lagi.

“Para saksi juga tak melihat pelaku kembali lagi hingga akhirnya ditangkap beberapa jam kemudian,” kata Nandang.(red)