Baliho Bacalon Walikota Bukittinggi Bertebaran, Siapa yang Bakal Diusung Parpol?

oleh -271 views

Bukittinggi,Dekadepos.com.
          
Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) Serentak sudah diambang pintu yang di tandai dengan bermunculannya Baliho Bakal calon diberbagai tempat tempat strategis. Dan masyarakat merasa bangga dengan tokoh atau Figur yang bermunculan itu, sebab semuanya orang orang hebat.
           
Apalagi disetiap Baliho ada pernyataan-pernyataan yang semua membawa pesan dan harapan bagi siapa yang membacanya. Namun sangat disayangkan, semakin dibaca semakin menimbulkan pertanyaan didalam fikiran masyarakat, dengan partai politik apa orang orang hebat itu maju sebagai Bakal calon Kepala daerah, sedangkan untuk Pasangan bakal calon dari jalur Perseorangan telah menyerahkan syarat dukungannya ke KPU.

“Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi Masyarakat,” Hal itu diungkapkan oleh pemerhati politik kota Bukittinggi, Syarifuddin Djas kepada Dekadepos, Jumat (21/2).
          
Dikatakan, belum adanya pasangan Calaon walikota ataupun Walikota Bukittinggi yang diusung ataupun di dukung Partai Politik, memang menjadi tandatanya ditengah tengah masyarakat.Untuk mencari kepastian belum adanya muncul Bakal pasangan calon dari partai Politik, jelas membutuhkan penelitian yang serius, kata Syarifuddin Djas.
          
Dan yang ada dan berkembang saat ini baru asumsi yang bisa kita berikan,  mungkin diantaranya bisa jadi Partai Politik yang kekurangan kader ataupun tokoh dari Internal Parpol yang akan dimunculkan. Sehingga sebagai solusinya Parpol membuka peluang dari Eksternal parpol  dengan membuka pendaftaran di masing masing Parpol.
           
Sementara bakal calon yang mendaftar ke Parpol juga terkesan separo hati, kenapa itu terjadi,kita tidak tahu persis, kata Syrifuddin Djas. namun dari isu yang berkembang ,Prosedur dan Cost dari Parpol sulit dipredikasi, karena setiap saat berubah rubah, sehingga memunculkan keraguan dari bakal calon yang mendaftar itu, ungkap mantan Anggota DPRD tersebut.
           
Kemudian, menurut Syarifuddin Djas, ada lagi yang membutuhkan penelitian yaitu Konsistensi Parpol yang cendrung labil yang dipengaruhi kepentingan sesaat oleh para elite Parpol dari pada memperetahankan idealisme, sehingga masyarakat merasa dimobilisasi untuk kepentingan tertentu, ujar Syarifuddin Djas.
           
Bagi Parpol yang memerlukan Koalisi, kelihatan juga tidak gampang, sebab harus diawali dari masing masing partai politik, terus menentukan Mitra Koalisi, apalagi memerlukan lebih dari dua Parpol.

Kesemua rangkaian itu membutuhkan energi dan toleransi yang tidak mudah, dan itu terlihat masih terbengkalainya koalisi yang didambakan sebagaian parpol saat ini. Sementara Para Tokoh yang ber munculan itu masih menimbulkan tandatanya, Partai Politik apa yang akan mengusung atau mendukungnya, ujar Syarifuddin Djas lagi.

BERMUNCULAN CALON INDEPENDEN
           
Sementara waktu tahapan Pilkada Serentak terus bergulir, Bakal calon Kepala daerah dari jalur Independen atau Perseorangan terus memenuhi tahapan Pilkada tersebut. Saat ini merupakan tahapan memasukan syarat dukungan ke KPU. Untuk kota Bukittinggi setidaknya telah ada tiga pasangan Bakal calon Walikota dan wakil walikota Bukittinggi dari jalur Independen.
           
Munculnya tiga pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Bukittinggi, diprediksi Pasangan calon Independen itu merasa Nyaman untuk maju secara Independen, kata Syarifuddin Djas.
           
Namun, walaupun Bakal Pasangan calon Walikota dan wakil walikota Bukittinggi belum muncul dari Partai Politik. Kita tetap berharap menjelang  Pendaftaran Pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Bukittinggi yang tahapan nya pada Juni mendatang, Pasangan Calon dari Parpol sudah dapat muncul untuk memenuhi aspirasi masyarakat  dari jalur Partai Politik.

Sehingga Pilkada Serentak yang akan digelar 23 September 2020 mendatang akan tetap berlangsung meriah dan menghasilkan Pemimpin pilihan masyarakat, tambah Syarifuddin Djas.( Edis )