Bangkit Pasca Terdampak Pandemi, UMKM Di 50 Kota Didorong Manfaatkan Mall Digital

oleh -39 views

Limapuluh Kota, Dekadepos.com

Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu tidak saja “memukul” sektor Pariwisata dan perekonomian masyarakat secara umum, namun juga berdampak pada Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Untuk itu, agar kembali bangkit seperti semula, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek), mengajak pelaku usaha di daerah perlintasan Sumbar-Riau itu untuk melek teknologi informasi dengan memanfaatkan pasar digital yakni Siplah Toko Ladang.

Nantinya berbagai keuntungan bisa diperoleh oleh pelaku UMKM yang telahbergabung dengan Siplah Toko Ladang, salah satunya pemasaran di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Kemendikbud.

Sebab Hingga saat ini terdapat sekitar 15 ribu UMKM di Indonesia yang menjadi mitra toko dan tergabung dalam Toko Ladang. Sementara saat ini masih sekitar 10 UMKM asal Limapuluh Kota yang baru menjadi mitra dan tergabung dalam Toko Ladang.

” Kita terus mendorong UMKM di Kabupaten Limapuluh Kota untuk segera bergabung dengan Mall Digital Siplah Toko Ladang, saat ini sudah ada 10 UMKM yang bergabung, semoga kedepannya bisa terus bertambah,” sebut Nur Hidayati, CEO Toko Ladang kepada wartawan usai menjadi Narasumber dalam kegiatan digitalisasi UMKM dan Launching Program UMKM Modal Jempol yang digelar di SMK PP Padang Mangateh, Kamis siang 25 November 2021.

Ia juga menambahkan, Toko ladang sudah ada semenjak 2011, namun tergabung di Siplah semenjak 2019 dan pada 2021 ini merupakan kontrak kedua dengan Kemendikbud. Bagi pelaku UMKM yang ingin bergabung dengan Siplah Toko Ladang sangat mudah, pada saat registrasi pelaku hanya perlu menyiapkan KTP, NPWP, izin usaha, alamat email dan domisili yang jelas.

” Selain Jenis usaha yang ada di Toko Ladang juga beragam, mulai dari makanan, minuman, IT, fotokopi, alat tulis dan jasa, cara bergabungnya juga cukup mudah.” Tutupnya. 

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo usai membuka kegiatan menyebutkan bahwa digandengnya Siplah Toko Ladang oleh pihaknya merupakan upaya mendukung program pemerintah pusat dalam digitalisasi UMKM sekaligus upaya bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi Covid-19.

” Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan bagi kita bersama terkhusus bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk secara regional dan nasional menggunakan platform digital yang sudah tersedia saat ini, peluang ini juga bisa dijadikan momentum untuk bangkit dari keterpurukan pasca Pandemi yang melanda,” ucap Bupati.

Menurut Politisi Golkar itu, Toko Ladang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM karena sesuai dengan Permendikbud no 14 thn 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa oleh satuan pendidikan yang mewajibkan seluruh sekolah belanja kebutuhan secara daring.

“Kedepan seluruh pembelanjaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota bisa menjadi mitra dalam market place Kemendikbud RI Salah satunya Toko ladang.” Tutupnya. (Edw).

No More Posts Available.

No more pages to load.