Barit, Bocah Keterbelakangan Mental Hanyut di Batang Kampar Belum Ditemukan

oleh -31 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Basarnas, BDPD Kabupaten Limapuluh Kota, jajaran TNI, Polsek Kapur XI dibantu warga Jorong Tanjung Jajaran, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, sampai saat ini masih melakukan pencarian seorang bocah keterbelakangan mental bernama Barit (8 tahun) yang hanyut di Batang Kampar sejak, Senin (12/11) lalu.

Kapolsek Kapur IX, AKP Efrizul, kepada awak media yang mendampingi Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, saat turun ke nagari terpencil itu mengungkapkan bahwa, pencarian korban saat ini sudah memasuki hari ke tiga.

Walaupun tim Basarnas, BDPD Kabupaten Limapuluh Kota, jajaran TNI dan Polsek Kapur XI dibantu warga Jorong Tanjung Jajaran, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, sudah melakukan penyisiran disepanjang aliran Batang Kampar, namun  usaha pencarian belum membuahkan hasil.

“ Upaya pencarian masih dilakukan,” ujar AKP Efrizul, Rabu (14/11).

Informasi yang berhasil diperoleh dari warga setempat menyebutkan bahwa, korban adalah Barit, anak dari pasangan suami istri Maharni  (54 tahun) dan Darmi (27 tahun).

“ Karena mengalami keterbelakangan mental, bocah laki-laki tersebut tidak disekolahan oleh kedua orang tuanya. Biasanya, korban diikat oleh orang tuanya dengan kain supaya tidak kabur,” ungkap AKP Efrizul,

Dijelaskan AKP Efrizul, Senin (12/11) sekitar pukul 14.00 Wib, kain panjang yang diikatkan dikaki korban lepas. Akhirnya korban lari dari rumah menuju sungai Batang Kampar, sekitar 200 meter dari rumah. “Korban sempat mandi-mandi serang diri, sebelum dilaporkan hanyut,” ulas AKP Efrizul, Sekitar pukul 16.00 Wib, Ketika korban tidak kembali ke rumah, keluarga korban panik dan berusaha mencari keberadaan korban diberbagai tempat. Dari ladang, bukit dan pinggir sungai Batang Kampar, tetapi keberadaan korban tidak ketahui.

“ Untuk mencari keberadaan korban, warga melakukan pencarian dengan menelusuri Batang Kampar sejauh 2 kilometer dengan perahu dan alat seadanya. Tetapi yang ditemukan hanya celana jeans milik korban,” jelas AKP Efrizul.

Diungkapkan AKP Efrizul, setelah pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban, dilakukan koordinasi dengan Basarnas, BPBD Limapuluh Kota, TNI dan Polsek Kapur IX dibantu masyarakat setempat untuk melakukan pencarian.

“ Pencarian korban dilakukan sampai Rabu (14/11). Dua unit perahu karet dan 12 unit perahu tradisional dikerahkan untuk pencarian korban. Pencarian dimulai dari titik korban dinyatakan hanyut.  Sepanjang sungai Batang Kampar, namun sampai berita ini di kirim ke redaksi usaha pencarian yang dilakukan tim gabungan yang berjumlah lebih 50 orang itu belum membuahkan hasil,” ujar AKP Efrizul.

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang turun ke Jorong Tanjung Jajaran, Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, kepada awak media menyatakan prihatin sekaligus ikut belasungkawa atas terjadinya musibah hanyutnya seorang warga Jorong Tanjung Jajaran, Nagari Galugua tersebut.

“Kita berdoa sekaligus berharap, tim gabungan bersama warga yang sampai saat ini masih melakukan pencarian atas hanyutnya bocah Barit, berhasil menemukan korban. Kepada pihak keluarga korban, diharapkan bersabar atas terjadinya musibah yang datang atas kehendak Allah SWT ini,” pungkas Ferizal Ridwan. (edw)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.