Basri, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Tua Beralaskan Seadanya

oleh -3.766 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Hidup nestapa yang dialami seorang pria bernama Basri (57 tahun) warga Jorong Lubuk Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, memang mengusik naluri kemanusian setiap orang yang melihatnya.

Bayangkan, tinggal sebatang kara di gubuk tua berdinding pelupuh bambu lapuk dan seng bekas serta tidur di lantai tanah beralasan seadanya, di tempat (maaf beribu kali maaf) mirip kandang ternak itulah Basri menjalani hari-hari tuanya.

Adalah, Babinsa Koramil 05 Harau Sertu Jafriman Sutan Mudo, yang membawa kabar nelangsa dialami petani miskin yang tinggal jauh di pelosok perkampungan terpencil di kawasan objek wisata lembah Harau menuju dunia itu.

Prihatin melihat nasib hidup yang dialami Basri, akhirnya Babinsa Sertu Jafriman Sutan Mudo yang dekat dengan rakyat itu, melaporkan kondisi sosial yang dialami petani miskin itu kepada Wadanramil 05 Harau yang juga Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota, Kapten Inf.Kusmianto, untuk seterusnya dilaporkan kepada Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry.

“ Mendapat laporan tersebut Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe langsung merespon. Didampingi Ibu Ketua Persit KCK Cab LX Coorcabrem  PD I/ BB Ny. Ferry Lahe, Dandim turun menjambangi kediaman Basri sembari memberikan bantuan,” ujar Sertu Jafriman Sutan Mudo.

Kepada media ini Babinsa Sertu Jafriman Sutan Mudo juga mengungkapkan bahwa, kondisi sosial yang dihadapi Basri memang benar-benar memprihatinkan dan butuh uluran tangan para dermawan.

Bayangkan, meski Basri masuk dalam daftar warga miskin, namun sampai saat ini dia tidak mendapatkan bantuan sosial apapun dari pemerintah, baik Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Sumarera Barat termasuk bantuan BLT dari Pemkab Limapuluh Kota.

“ Mirisnya lagi, apapun bentuk bantuan sosial yang diperuntukan pihak pemerintah kepada keluarga miskin, Pak Basri tidak pernah menerima dan mendapatkannya, mungkin karena jarak tempat tinggalnya sangat jauh dari jangkauan dan pandangan orang yang melewati, apalagi dari orang yang akan memberi bantuaan,” ujar Sertu Jafriman Sutan Mudo.

Diakui Sertu Jafriman Sutan Mudo, pertama kali mejambangi rumah Basri, dia sangat terkejut melihat kondisi sosial dan rumah tempat tinggal pria malang itu.

“ Basri itu hidup sebatang kara di gubuk derita dan tidur di atas lantai tanah beralaskan seadanya dilapisi kertas kardus. Alhamdulilah, prihatin melihat kondisi Pak Basri, Komadan Kodim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe bersama Ibu Ketua Persit KCK Cab LX Coorcabrem  PD I/ BB Ny. Ferry Lahe, telah turun langsung memberi bantuan sembako berupa beras , telur dan uang tunai dan bantuan lain lainnya,” ungkap Babinsa Sertu Jafriman Sutan Mudo.

Menurut Babinsa Sertu Jafriman Sutan Mudo, mendapat bantuan dari Komadan Kodim 0306/50 Kota Letkol Kav Ferry Lahe bersama Ibu Ketua Persit KCK Cab LX Coorcabrem  PD I/ BB Ny. Ferry Lahe, Pak Basri terlihat sangat terharu. Betapa tidak, baru pertama kali ini dia mengaku mendapat bantuan.

Diakhir wawancara, Sertu Jafriman Sutan Mudo menyampaikan harapan, ada para dermawan termasuk Pemkab Limapuluh Kota yang tersentuh nalurinya untuk memberikan bantuan rehab rumah Pak Basri yang kondisinya memang sangat memiriskan itu. Semoga! (doddy sastra)