Bawaslu Awasi Kampanye Menggunakan Media Sosial

oleh -553 views

PAYAKUMBUH, dekadepos.com- 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh akan mengawasi secara langsung pelaksanaan kampanye dari peserta pemilu. Mulai dari Alat Peraga Kampanye (APK) sampai kampanye dengan menggunakan media sosial.

“Pasca ditetapkannya DCT oleh KPU Kota Payakumbuh beberapa hari lalu, tentu  Bawaslu mengawasi seluruh aspek dan metode kampanye, mulai dari APK sampai Kampanye menggunakan Media Sosial dengan pengawasan langsung,” sebut Ketua Bawaslu Payakumbuh M.Khadafi, Minggu (23/9) kepada wartawan.

Disampaikan mantan Ketua KPU Kota Payakumbuh ini, peserta pemilu wajib mendaftarkan Acount atas nama peserta pemilu. Sehingga Bawaslu dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap conten status peserta pemilu. Bila conten status peserta pemilu ternyata mengandung unsur ujaran kebencian, Hoak, SARA dan lainnya yang melanggar UU, maka Acontnya akan ditutup.

“Setiap Peserta Pemilu wajib mendaftarkan maksimal 10 Acount atas nama Peserta Pemilu, Bawaslu akan mengawasi secara langsung conten, Status, Tag dari Peserta pemilu tersebut agar tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan apalagi yang mengandung konten Ujaran kebencian, Hoak, SARA dll, Jika itu terbukti maka Bawaslu Kota Payakumbuh akan menutup acount tersebut,” jelas M.Khadafi tegas.

Menurutnya, Bawaslu tidak hanya mengawasi terkait politik uang tetapi juga berbagai aspek terkait pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Umum Pileg dan Pilpres serentak 2019. Maka dari itu pinta M.Khadafi Bawaslu mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta melakukan pengawasan partisipatif dalam kegiatan pengawasan Pemilu.

“Kita berharap partisipasi dari seluruh masyarakat Payakumbuh untuk bisa mengawasi pelaksanaan Pemilu. Sehingga Pemilu serentak Pileg dan Pilpres betul-betul berintegritas, jujur dan adil. Bawaslu juga telah membuka tempat pelaporan pengaduan terkait berbagai pelanggaran Pemilu yang ditemukan di lapangan,” tuturnya mengajak masyarakat menjadi pengawas partisipatif.

Setiap Panwascam dimasing-masing Kecamatan, sebut Khadafi, bisa menerima laporan pelanggaran terkait Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019. “Masyarakat bisa melaporkan terkait pelanggaran Pemilu Pileg dan Pilpres serentak 2019 kekantor Panwascam yang ada di tiap-tiap Kecamatan di Kota Payakumbuh, atau langsung ke kantor Bawaslu,” sebutnya.

Setiap laporan pelanggaran Pemilu yang disampaikan masyarakat dikatakan M.Khadafi akan dilakukan kajian yang akan diputuskan output dari kajian tersebut. “Laporan masyarakat akan kita lakukan kajian apakah nanti masuk pelanggaran pidana atau administrasi,” jelasnya.

Masa kampanye pada Pemilu Pileg dan Pilpres serentak 2019 ini akan berlangsung lama. Mulai 23 September 2018 dan akan berakhir pada 13 April 2019 mendatang beberapa hari menjelang pencoblosan pada 17 April 2019. (edw)