Beberapa Titik Badan Jalan Strategis Nasional Pangkalan-Kapur IX Amblas

oleh -491 views

LIMAPULUH KOTA, dekadepos.com-

Meskipun jalan strategis nasional Pangkalan-Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota baru 2 tahun lalu selesai dibangun, namun saat ini beberapa titik badan jalan yang telah menguras dana pemerintah provinsi Sumatera Barat sebanyak Rp 44 Milliar lebih itu, sudah ada yang mengalami rusak atau amblas ke dalam jurang.

Hasil pantauan media ini ke lokasi baru-baru ini mencatat bahwa, beberapa titik badan jalan yang ambruk ke dalam jurang terdapat di kawasan PTP Nusantara VI. Bahkan, jembatan kembar yang terdapat di Sungai Tamaran, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, sudah ambruk diterjang luapan air bah yang meluap dibawah jembatan kembar tersebut.

Sementara itu disejumlah titik lainnya, badan jalan yang amblas ke sisi jurang terdapat di ruas jalan Pangkalan menuju kecamatan Kapur IX.

Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Kapur IX mengaku bernama  M.Safei dan Sardi, yang sempat diwawancarai saat berkendaraan menuju Kapur IX mengatakan bahwa, badan jalan yang amblas dibebereoa titik tersebut, sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini.

“Amblasnya badan jalan ke dalam jurang tersebut selain disebabkan tingginya curah hujan yang mengakibatkan sisi tebing terguras oleh air dan dibeberapa titik disebabkan oleh luapan air sungai yang terus menerus menghantam sisi tebing sehingga terjadi abrasi dan pengikisan tebing badan jalan,” ungkap M.Safei dan Sardi.

M.Safei dan Sardi menyampaikan kekhawatirannya, apabila pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota atau Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak segera mengatasi badan jalan yang amblas, apalagi curah hujan akhir Desember ini makin tinggi, dikhawatirkan badan jalan yang amblas tersebut semakin melebar dan parah. Jika hal itu terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan akan mengancam putusnya badan jalan.

“Jika kekhawatiran ini terjadi, maka Kecamatan Kapur IX sebagai daerah penghasil gambir dan karet terbesar di Kabupaten Limapuluh Kota ini, terancam akan menjadi daerah terisolasi. Karena sarana jalan satu-satunya yang menghubungkan daerah ini dengan Kecamatan Pangkalan dan pusat ibukota Kabupaten Limapuluh Kota serta Kota Payakumbuh atau menuju Propinsi Riau, terancam putus.” pungkas M.Safei dan Sardi. (edw)